Palembang

Tekanan Air hingga Distribusi Terganggu, Ini Respons Tirta Musi Usai Reses DPRD Palembang

21
×

Tekanan Air hingga Distribusi Terganggu, Ini Respons Tirta Musi Usai Reses DPRD Palembang

Sebarkan artikel ini

 

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Kegiatan reses Daerah Pemilihan (Dapil) I DPRD Kota Palembang masa persidangan II yang digelar di Kantor Perumda Tirta Musi Palembang, Jalan Rambutan, Jumat (24/4/2026), menyoroti persoalan klasik layanan air bersih yang masih dikeluhkan masyarakat.

Dalam forum tersebut, berbagai aspirasi disampaikan anggota dewan dari wilayah Ilir Barat, mulai dari tekanan air yang rendah, jam layanan yang belum optimal, hingga gangguan distribusi akibat kendala teknis di lapangan.

Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang, Ir. Teddy Andrian, ST, IPM, ASEAN Eng., menegaskan seluruh masukan tersebut menjadi perhatian serius pihaknya dan akan segera ditindaklanjuti.

“Keluhan yang paling sering disampaikan masyarakat adalah tekanan air rendah, jam layanan, serta gangguan distribusi. Ini menjadi fokus utama kami untuk diperbaiki,” ujar Teddy.

Sebagai langkah konkret, Tirta Musi tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) guna mempercepat penanganan keluhan pelanggan. Setiap laporan nantinya akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat urgensi, mulai dari ringan, sedang, hingga berat.

“Untuk keluhan ringan, kami targetkan bisa ditangani secepat mungkin tanpa menunggu lama. Kami juga akan terbuka kepada pelanggan terkait kendala yang terjadi di lapangan,” jelasnya.

Tak hanya itu, perusahaan daerah tersebut juga menyiapkan inovasi layanan berbasis digital berupa aplikasi pengaduan pelanggan. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat melaporkan keluhan secara langsung dengan menyertakan foto serta titik koordinat lokasi kejadian.

“Laporan yang masuk akan dipantau secara real time selama 24 jam, mulai dari proses survei hingga perbaikan. Ini untuk memastikan pelayanan lebih cepat dan transparan,” kata Teddy.

Aplikasi tersebut ditargetkan meluncur pada Mei 2026 dan akan tersedia di Play Store. Namun, nama aplikasi masih dalam tahap pembahasan bersama Pemerintah Kota Palembang.

Di sisi lain, Tirta Musi juga terus melakukan penertiban terhadap praktik pencurian air yang masih ditemukan di sejumlah titik. Teddy menyebut, praktik tersebut tidak hanya terjadi di meter pelanggan, tetapi juga pada jaringan pipa distribusi.

“Kami akan mengedepankan pendekatan persuasif, namun tetap membuka kemungkinan kolaborasi dengan pihak lain untuk penanganan lebih lanjut,” tegasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk bersabar terhadap kendala layanan yang masih terjadi, mengingat keterbatasan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia yang dimiliki.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Palembang yang hadir dalam kegiatan reses tersebut belum memberikan keterangan resmi kepada awak media. (WNA)