DaerahPalembang

PT WBS Akomodir Keluhan Warga Pulokerto, Pengendalian Debu Terus Ditingkatkan

20
×

PT WBS Akomodir Keluhan Warga Pulokerto, Pengendalian Debu Terus Ditingkatkan

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS — PT Wahana Bara Sentosa (WBS) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai keluhan warga RT 15 RW 09, Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, yang terdampak aktivitas operasional perusahaan.

Koordinator CSR PT WBS, M. Chandra Wicaksana, mengatakan perusahaan telah menghadiri forum mediasi bersama warga pada hari Sabtu (18/7/2026).

Pertemuan itu dihadiri Sekretaris Kecamatan Gandus, Lurah Pulokerto, Ketua RT 15, perwakilan warga, Ketua Ikatan Solidaritas Warga Gandus (IKSOWDUS), Julianto serta kuasa hukum Angga Saputra, S.H., M.H.

Dalam pertemuan tersebut, kata Chandra, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari peningkatan pengendalian debu, pemeriksaan kesehatan berkala, dukungan terhadap kegiatan sosial dan keagamaan, bantuan sembako, hingga kesempatan bekerja di PT WBS.

“Perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh masyarakat. Seluruh aspirasi yang disampaikan menjadi perhatian kami dan akan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan,” ujar Chandra dalam keterangan resmi yang terima redaksi sumseljarrakpos.com, Rabu (21/7/2026).

Ia menjelaskan PT WBS saat ini terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem pengendalian debu, khususnya pada aktivitas pemuatan batu bara ke tongkang.

Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalkan dampak operasional terhadap lingkungan dan permukiman warga.

Menurut Chandra, dalam forum mediasi beberapa perwakilan warga juga menyampaikan bahwa kondisi paparan debu yang dirasakan saat ini telah berkurang dibandingkan sebelumnya.

Meski begitu, perusahaan tetap menjadikan masukan masyarakat sebagai dasar untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Di bidang tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lanjutnya, PT WBS memastikan RT 15 Pulokerto akan dilibatkan dalam pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut akan disusun melalui mekanisme Focus Group Discussion (FGD) bersama warga agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Prinsipnya, program CSR kami disusun berdasarkan aspirasi masyarakat melalui pendekatan bottom-up, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.

Menanggapi aspirasi mengenai kesempatan kerja, Chandra menegaskan PT WBS menerapkan proses rekrutmen secara terbuka sesuai kebutuhan perusahaan.

Apabila terdapat kebutuhan tenaga kerja, baik untuk posisi skilled maupun non-skilled, informasi akan disampaikan kepada masyarakat sekitar, termasuk warga RT 15, sesuai mekanisme yang berlaku di perusahaan.

Chandra menambahkan perusahaan berkomitmen menjalankan kegiatan operasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, meningkatkan pengelolaan lingkungan, serta membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat sekitar.

“Dialog yang konstruktif menjadi bagian penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat serta mendorong perbaikan yang berkelanjutan,”tutupnya.