PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS – Suasana penuh nostalgia menyelimuti Gen Z Cafe & Resto Palembang, Sabtu (20/6/2026) malam. Ratusan pecinta musik Indonesia era 90-an larut dalam kemeriahan Kawan Lamo 90-an Indonesian Songs Part 5, sebuah ajang silaturahmi sekaligus perayaan musik lintas generasi yang digagas Komunitas Kawan Lamo.
Acara yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 23.00 WIB tersebut merupakan bagian dari rangkaian #RoadToKawanLamoPart5 yang diinisiasi Komunitas Kawan Lamo bersama sejumlah komunitas musik, organisasi sosial, dan mitra media di Palembang.
Tak hanya menghadirkan hiburan, acara tersebut juga menjadi ruang temu bagi musisi, aktivis, pegiat komunitas, dan masyarakat yang memiliki kecintaan terhadap lagu-lagu Indonesia yang populer pada dekade 1990-an.
Sejak awal acara, suasana hangat dan akrab langsung terasa. Pengunjung yang memadati lokasi tampak ikut bernyanyi bersama ketika para musisi membawakan sederet lagu legendaris yang pernah menjadi soundtrack kehidupan generasi 90-an.
“Musik memiliki kekuatan menyatukan banyak kalangan. Melalui Kawan Lamo, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang positif, tempat para musisi dan penikmat musik bisa bertemu, berkolaborasi, dan mengenang masa-masa indah melalui lagu-lagu yang pernah mengisi perjalanan hidup kita,” ujarnya.

Didampingi Sekretaris Jenderal Kawan Lamo, Anang The Moksa, Fitriansyah mengapresiasi dukungan berbagai komunitas, organisasi, dan mitra media yang telah berkontribusi sehingga acara dapat berlangsung sukses.
Malam nostalgia itu semakin semarak melalui sesi Kawan Lamo Jamming yang menampilkan puluhan musisi dan pengisi acara lokal. Mereka antara lain The Romans, Richi Sambora, Pal Tujuh, Mr. Brownstone, Mama Dewi, Mamenroll, Loedy KPJ, Nefryu, Exercise, Rizma Rommero, Charma, RDP, Asrul, Sukma,, Rubi, Anang The Moksa, Oyan KPJ, Rades, Ningrat, Yodi, dan Mpit Bae.
Penampilan para musisi tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton. Beberapa lagu hits era 90-an yang dibawakan secara bergantian sukses mengajak pengunjung bernostalgia dan bernyanyi bersama, menciptakan suasana hangat yang penuh keakraban.
Tidak hanya dihadiri kalangan musisi, kegiatan ini juga menjadi ajang berkumpulnya sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis. Tampak hadir aktivis Sukma, RDP yang menunjukkan suara emasnya, dan Gatot Sultan.
Selain menjadi panggung hiburan, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai komunitas, organisasi, dan mitra media yang memiliki visi sama dalam mengembangkan kreativitas seni musik di Kota Palembang. Hadir pula Ketua DKP M. Nasir, Ketua Gong Sriwijaya Abah Fajri, serta sejumlah musisi senior dan pegiat seni Kota Palembang.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan bahwa musik mampu menjadi jembatan yang mempererat hubungan antar komunitas dan lintas generasi.
Sepanjang acara, pengunjung tidak hanya menikmati penampilan musik, tetapi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas jaringan pertemanan, bertukar gagasan, hingga merencanakan kolaborasi kreatif di bidang seni dan budaya.
Anang The Moksa menilai antusiasme yang ditunjukkan peserta dan pengunjung menjadi bukti bahwa ruang-ruang kreatif berbasis komunitas masih sangat dibutuhkan di Palembang.
“Kami bersyukur kegiatan ini mendapat respons yang sangat positif. Semangat kebersamaan yang terbangun malam ini menjadi modal penting untuk terus menghadirkan kegiatan kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Berakhir menjelang tengah malam, Kawan Lamo 90-an Indonesian Songs Part 5 meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.
Selain menghadirkan hiburan berkualitas, acara tersebut juga mempertegas peran komunitas musik sebagai wadah silaturahmi, kolaborasi, dan pelestarian karya-karya musik Indonesia yang telah menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa.
Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, Komunitas Kawan Lamo berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi salah satu agenda komunitas yang dinantikan masyarakat Palembang setiap tahunnya. (*)













