PALEMBANG SUMSEL JARRAKPOS, – Isu atau spekulasi lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah mendorong berbagai daerah mencari solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Di Sumatera Selatan, langkah konkret justru sudah disiapkan jauh sebelum gejolak global terjadi.
Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan, Asrul Indrawan, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang telah mencanangkan program menuju daerah bebas emisi pada 2027. Program tersebut selaras dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait percepatan transisi energi bersih.
“Asosiasi bersama pemerintah daerah sudah merancang sejak awal bagaimana Sumatera Selatan bisa bebas emisi pada 2027. Ini bukan program dadakan, tetapi bagian dari langkah jangka panjang,” kata Asrul, Selasa (31/3/2026).
Sebagai langkah awal, Asrul menginisiasi masuknya kendaraan listrik Merk Vinvast ke Sumatera Selatan. Program ini akan segera diluncurkan dalam waktu dekat sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik di daerah.
Menurut dia, inisiatif tersebut tidak hanya menghadirkan kendaraan listrik, tetapi juga membangun infrastruktur pendukung berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Tahap awal, SPKLU akan ditempatkan di kantor-kantor dinas Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumsel melalui skema kerja sama pemanfaatan aset daerah.

“Penempatan SPKLU di lingkungan kantor pemerintah juga akan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena menggunakan sistem sewa,” ujarnya.
Asrul menyebutkan, sedikitnya 1.000 unit kendaraan listrik akan masuk ke Palembang. Rinciannya, 500 unit akan digunakan sebagai taksi listrik, sementara 500 unit lainnya diperuntukkan bagi pengemudi transportasi online berbasis aplikasi.
Menariknya, kendaraan listrik untuk pengemudi online tersebut dirancang dengan skema kepemilikan langsung oleh driver.
“Ini menjadi solusi agar driver tidak hanya bekerja, tetapi juga memiliki aset. Kendaraan itu nantinya menjadi milik mereka sendiri,” kata Asrul.
Ia menambahkan, penggunaan kendaraan listrik diyakini mampu menekan biaya operasional secara signifikan. Berdasarkan perhitungan awal, biaya pengisian listrik hanya berkisar Rp250.000 per bulan.
“Bandingkan dengan bahan bakar minyak yang jauh lebih tinggi. Dengan listrik, driver bisa menghemat dan membawa pulang penghasilan lebih besar,” ujarnya.
Program ini juga telah disosialisasikan kepada para pengemudi transportasi online di Sumsel. Asrul menilai, transisi dari kendaraan berbahan bakar minyak ke listrik menjadi langkah penting, tidak hanya untuk efisiensi ekonomi, tetapi juga untuk mengurangi emisi karbon.
“Ini bukan sekadar soal kendaraan, tetapi perubahan pola kerja dan kontribusi terhadap lingkungan. Kita ingin driver tetap sejahtera, sekaligus ikut menjaga udara tetap bersih,” katanya.
Ke depan, pembangunan SPKLU akan diperluas hingga menjangkau kantor gubernur, wali kota, kecamatan, hingga kelurahan di Palembang dan wilayah Sumsel lainnya. Tahap awal program difokuskan pada kendaraan roda empat (R4), sebelum nantinya diperluas ke kendaraan roda dua (R2).
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi energi ramah lingkungan.
Komitmen tersebut sebelumnya disampaikan saat menerima kunjungan perwakilan PT Vgreen Global Charging Station Investment Indonesia pada Desember 2025 lalu.
Dengan inisiatif yang digagas DPD ADO Sumsel, Sumatera Selatan diharapkan menjadi salah satu daerah pelopor dalam pengembangan kendaraan listrik nasional, sekaligus menjawab tantangan kenaikan harga energi fosil akibat dinamika global. (WNA)













