BeritaBanyuasinInternasional

Diterkam Buaya di Depan Rekan Kerja? Pria Asal Bandung Hilang Misterius di Sungai Banyuasin

49
×

Diterkam Buaya di Depan Rekan Kerja? Pria Asal Bandung Hilang Misterius di Sungai Banyuasin

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

BANYUASIN,SUMSEL JARRAKPOS.COM
– Suasana tenang di Dermaga Ujang, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 01.53 WIB. Seorang pria bernama Ipan Nurzaman (26), warga Kampung Cilaten RT 002/RW 010, Bandung, Jawa Barat, dilaporkan hilang secara misterius setelah menceburkan diri ke sungai. Korban diduga kuat menjadi sasaran serangan buaya.

Peristiwa mengerikan itu terjadi ketika korban bersama sejumlah rekannya sedang memperbaiki sebuah perahu (ketek) di Dermaga Ujang.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Ipan sempat turun ke sungai setelah dipanggil rekannya. Namun hanya beberapa saat kemudian, tubuh korban terlihat muncul sesaat di permukaan air sebelum tiba-tiba menghilang. Sejak saat itu, korban tak pernah terlihat lagi.

Kepala Desa Teluk Betung, M. Ali, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dugaan sementara mengarah pada serangan buaya yang memang diketahui kerap muncul di kawasan perairan tersebut.

“Korban sempat muncul ke permukaan, namun setelah itu tidak terlihat lagi. Dugaan sementara korban diterkam buaya,” ujar M. Ali.

Rekan-rekan korban yang menyaksikan kejadian itu langsung panik dan berusaha melakukan pencarian darurat. Namun derasnya arus sungai serta minimnya pencahayaan membuat upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil.

Kabar hilangnya korban dengan cepat menyebar ke masyarakat. Warga bersama pemerintah desa langsung melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai yang dikenal sebagai habitat buaya liar.

Hingga Senin pagi, korban masih belum ditemukan. Tim gabungan bersama warga terus melakukan pencarian di sekitar lokasi hilangnya korban.

“Sampai pagi ini korban belum ditemukan. Pencarian masih terus dilakukan bersama warga dan pihak terkait,” tambah M. Ali.

Peristiwa ini kembali menambah daftar dugaan serangan buaya di wilayah perairan Banyuasin. Sungai yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat sekaligus habitat satwa liar tersebut dinilai memiliki risiko tinggi, terutama pada malam hingga dini hari.

Pemerintah Desa Teluk Betung mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang tidak mendesak di sekitar sungai pada malam hari demi menghindari potensi serangan buaya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap Ipan Nurzaman masih berlangsung. Belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang yang memastikan penyebab hilangnya korban. Dugaan korban diterkam buaya masih menunggu hasil pencarian dan penyelidikan lebih lanjut.(WT