Berita

Bulog Siapkan 8 Ton Beras di Operasi Pasar Murah Pemprov Sumsel, Harga Rp56 Ribu per 5 Kg

18
×

Bulog Siapkan 8 Ton Beras di Operasi Pasar Murah Pemprov Sumsel, Harga Rp56 Ribu per 5 Kg

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, – Perum Bulog Kanwil Sumatera Selatan dan Bangka Belitung mengambil peran penting dalam pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (11/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bulog menyiapkan sekitar 8 ton beras untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau selama Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Operasi Pasar Murah ini menjadi titik ketiga pelaksanaan OPM yang digelar Pemprov Sumsel dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan serta memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel H. Edward Candra. Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Fenrita Lustia serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumsel Desy Kasnayati Edward.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumsel–Bangka Belitung, Mersi Windrayani, mengatakan pihaknya turut mendukung penuh kegiatan Operasi Pasar Murah dengan menyiapkan pasokan beras yang dijual langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, pada pelaksanaan kali ini Bulog menyediakan sekitar 8 ton beras yang didistribusikan di dua titik lokasi kegiatan.

“Apabila beras yang disiapkan habis karena tingginya minat masyarakat, kami siap menambah pasokan dari gudang Bulog,” ujar Mersi.

Ia juga memastikan bahwa ketersediaan beras di gudang Bulog wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung masih sangat aman, dengan total stok mencapai sekitar 85 ribu ton.

Dengan jumlah stok tersebut, masyarakat diminta tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras menjelang Ramadan hingga Idulfitri.

Dalam Operasi Pasar Murah ini, beras Bulog dijual dalam kemasan 5 kilogram dengan harga Rp56 ribu per karung, lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Untuk pemerataan, setiap warga diperbolehkan membeli maksimal 10 kilogram.

Selain beras, masyarakat juga dapat membeli berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng, gula pasir, cabai, bawang merah, bawang putih, daging, hingga ayam dengan harga yang lebih terjangkau.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Program tersebut telah berjalan selama tiga tahun dan digelar di puluhan titik di seluruh Indonesia, termasuk di Sumatera Selatan.

“Melalui kegiatan ini, pemerintah berupaya memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Maino.

Bulog bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di sejumlah titik lainnya guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. (*)