DaerahPalembang

Andrei Utama: Pemuda Harus Menjadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun Sumatera Selatan

19
×

Andrei Utama: Pemuda Harus Menjadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun Sumatera Selatan

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS — Aktivis muda Sumatera Selatan, Andrei Utama, mengajak generasi muda untuk mengambil peran yang lebih besar dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi kebangkitan peran pemuda sebagai kekuatan strategis yang mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan pengabdian nyata bagi kemajuan Sumatera Selatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Andrei Utama, Sabtu (25/7/2026). Ia menilai kepemimpinan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Gubernur Cik Ujang (HD-CU) perlu didukung oleh keterlibatan aktif kalangan muda dalam berbagai sektor pembangunan.

Andrei yang saat ini menjabat sebagai Ketua I ICMI Muda Sumatera Selatan sekaligus Wakil Sekretaris Umum V KONI Sumatera Selatan mengatakan, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

Menurutnya, sinergi dengan kalangan pemuda dan aktivis menjadi salah satu kunci untuk melahirkan kebijakan yang inovatif, kreatif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi. Sumatera Selatan membutuhkan generasi muda yang inovatif, kreatif, dan memiliki daya saing agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah,” ujar Rei sapaan akrab Andrei ini.

Ia berharap pemerintah semakin membuka ruang partisipasi bagi pemuda dalam setiap program dan kebijakan strategis.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda bukan sekadar pelengkap, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan kepemimpinan masa depan.

Andrei menilai karakter kepemimpinan Herman Deru yang dikenal energik dan memiliki ritme kerja cepat menjadi peluang bagi lahirnya kolaborasi yang lebih luas dengan kalangan muda.

“Kami optimistis pemerintah daerah memberikan porsi yang lebih besar kepada pemuda untuk terlibat dalam proses pembangunan.

Semangat anak muda harus diarahkan menjadi energi positif yang mampu mempercepat kemajuan Sumatera Selatan,” katanya.

Ia menegaskan, partisipasi pemuda pada era saat ini tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kontribusi pemikiran, inovasi, pengembangan kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengawasan terhadap jalannya pembangunan.

Menurut Andrei, setiap generasi memiliki karakter yang dibentuk oleh perkembangan zaman atau zeitgeist.

Karena itu, pendekatan terhadap generasi muda juga harus menyesuaikan dinamika sosial, teknologi, dan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Generasi muda memiliki cara berpikir dan pendekatan yang berbeda dalam menghadapi tantangan zaman.

Sementara generasi yang lebih senior memiliki pengalaman yang sangat berharga.

Kedua kekuatan ini harus dipadukan agar pembangunan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya revolusi kepemudaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas intelektual, tetapi juga pembentukan karakter.

Menurutnya, pemuda Indonesia harus tumbuh menjadi generasi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, semangat kebangsaan, dan integritas.

Di akhir keterangannya, Andrei mengajak seluruh pemuda dan aktivis di Sumatera Selatan untuk terus mengawal jalannya pembangunan daerah.

Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap pemerintah harus berjalan seiring dengan fungsi kontrol sosial sebagai bagian dari demokrasi yang sehat.

“Pemuda harus menjadi mitra strategis pemerintah, tetapi tetap menjalankan fungsi social control.

Mengawasi kebijakan publik agar tetap transparan, adil, akuntabel, dan tepat sasaran merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pemuda, saya yakin Sumatera Selatan akan semakin maju dan berdaya saing,” tutup Andrei.**