Kesehatan

Sumsel Luncurkan “Sumsel Health and Tourism” 30 Januari 2026, Program Wisata Kesehatan Berstandar Harga Internasional

25
×

Sumsel Luncurkan “Sumsel Health and Tourism” 30 Januari 2026, Program Wisata Kesehatan Berstandar Harga Internasional

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

 

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) akan meluncurkan program “Sumsel Health and Tourism” pada 30 Januari 2026 mendatang. Program ini menjadi langkah strategis Sumsel dalam mengembangkan sektor layanan kesehatan berbasis wisata (medical tourism).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan,Dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC., mengatakan, program tersebut merupakan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, rumah sakit, dokter spesialis, hingga pelaku industri pariwisata dan agen perjalanan.

“Ini adalah program kesehatan dengan konsep wisata. Kita bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk rumah sakit dan pelaku wisata, untuk menjadikan Sumsel sebagai tujuan layanan kesehatan yang layak,” ujar Trisnawarman. Rabu(28/1/2026)

Melalui program Sumsel Health and Tourism, masyarakat nantinya dapat mengetahui secara transparan harga paket layanan kesehatan yang ditawarkan.

Skema harga tersebut disusun dengan sistem perbandingan standar biaya pengobatan di sejumlah daerah dan luar negeri.

“Kita membandingkan harga layanan kesehatan di Sumsel dengan rumah sakit di Malaysia, Singapura, Jakarta, dan beberapa daerah lainnya.

Setelah itu kita lakukan penyesuaian (matching) harga. Penetapan harga akhirnya akan ditetapkan oleh Gubernur,” jelasnya.

Program ini ditujukan untuk segmen layanan VVIP dan tidak menggunakan skema BPJS Kesehatan. Dengan konsep tersebut, Sumsel menargetkan pasien yang selama ini memilih berobat ke luar negeri agar dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan di daerah sendiri.

Sumatera Selatan dinilai memiliki sejumlah rumah sakit dengan fasilitas memadai serta didukung dokter spesialis di berbagai bidang.

Potensi tersebut menjadi modal utama dalam mengembangkan layanan kesehatan terintegrasi dengan sektor pariwisata.

“Harapannya, Sumsel tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai tujuan layanan kesehatan berkualitas,” tutup Trisnawarman. (WNA)