PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS – Organisasi Pemerhati Situasi Terkini (PST) bersama Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) menggelar kegiatan pemotongan sapi sebagai bentuk nazar dan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia atas keberhasilannya mengungkap dugaan tindak pidana korupsi melalui operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Muara Enim sebagai tersangka gratifikasi.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (15/6/2026) dan dihadiri oleh sejumlah pengurus serta anggota PST dan SIRA.
Dalam kesempatan itu, mereka membentangkan spanduk bertuliskan apresiasi terhadap langkah KPK dalam menindak dugaan praktik korupsi di Kabupaten Muara Enim.
Direktur Eksekutif SIRA, Rahmat Sandi Iqbal SH,mengatakan bahwa pemotongan sapi tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus dukungan masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.
“Kami menilai langkah KPK dalam mengungkap dugaan kasus gratifikasi ini merupakan bentuk penegakan hukum yang harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat.
Nazar ini kami laksanakan sebagai wujud apresiasi atas kerja keras KPK dalam memberantas korupsi,” ujarnya.
Menurutnya, praktik korupsi merupakan salah satu hambatan terbesar dalam pembangunan daerah karena dapat merugikan keuangan negara dan menghambat kesejahteraan masyarakat.
Pihaknya berharap pengungkapan kasus tersebut dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat publik agar menjalankan amanah jabatan dengan penuh integritas dan menjauhi praktik-praktik yang melanggar hukum.
Selain itu Ketua umum PST Dian Hermasyah As dan Direktur Eksekutif SIRA, Rahmat Sandi Iqbal SH juga mengajak masyarakat untuk terus mengawal proses hukum yang sedang berjalan serta mendukung upaya pemberantasan korupsi demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan transparan.
“Kami berharap penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum semakin meningkat,” pungkasnya. (HSP)













