Banyuasin

Lagi-Lagi Jalan Palembang–Betung Makan Korban, Warga: Jalannya Seperti Rel Kereta Api

36
×

Lagi-Lagi Jalan Palembang–Betung Makan Korban, Warga: Jalannya Seperti Rel Kereta Api

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

BANYUASIN,SUMSEL JARRAKPOS.COM. – Tragedi maut kembali terjadi di Jalan Lintas Timur Palembang–Jambi, tepatnya di KM 68 Kelurahan Rimba Asam, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 11.04 WIB. Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah terjatuh dan terlindas truk trailer saat melintas di ruas jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena bergelombang parah.

Korban berinisial P.A. yang mengendarai Honda Beat BG 4441 JBO diketahui melaju dari arah Palembang menuju Jambi. Saat hendak mendahului kendaraan trailer Scania B 9415 TZ dari sisi kiri, korban diduga kehilangan kendali akibat kondisi jalan yang tidak rata dan bergelombang.

Motor yang dikendarainya oleng, korban terjatuh ke badan jalan dan nahas terlindas roda depan sebelah kiri trailer. Korban mengalami luka berat dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Betung.

Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan terhadap kondisi Jalan Lintas Palembang–Betung yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan pengguna jalan. Banyak pengendara menyebut permukaan jalan di sejumlah titik sudah menyerupai rel kereta api karena gelombang aspal yang tinggi dan memanjang.

“Kalau tidak hati-hati, motor bisa terpental. Apalagi saat mau menyalip kendaraan besar. Sudah banyak yang jatuh di sini,” ujar seorang warga sekitar.

Ironisnya, kecelakaan demi kecelakaan terus terjadi di jalur nasional tersebut. Tambal sulam yang dilakukan dinilai tidak mampu mengatasi kerusakan secara menyeluruh. Saat kendaraan melintas, terutama truk bertonase besar, badan jalan tampak berguncang dan membentuk gelombang yang membahayakan pengendara roda dua.

Warga menilai korban jiwa yang terus berjatuhan seharusnya menjadi alarm keras bagi pihak terkait. Mereka mendesak pemerintah dan instansi berwenang segera melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang hanya bertahan dalam waktu singkat.

“Setiap ada korban baru, baru ramai dibahas. Setelah itu sepi lagi. Padahal kondisi jalannya tetap sama dan terus mengancam nyawa pengguna jalan,” keluh warga lainnya.

Satlantas Polres Banyuasin telah melakukan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut. Namun di balik proses hukum yang berjalan, publik kembali mempertanyakan keseriusan penanganan kerusakan Jalan Palembang–Betung yang kerap disebut sebagai salah satu jalur paling rawan kecelakaan di Kabupaten Banyuasin.

Kematian P.A. menambah daftar panjang korban kecelakaan di ruas jalan tersebut. Pertanyaannya kini, berapa lagi nyawa yang harus melayang sebelum perbaikan menyeluruh benar-benar dilakukan?(WT)