BanyuasinBeritaOlahraga

Warga Durian Daun Desak Overpass, Jangan Sampai Tol Memutus Nadi Ekonomi Desa

13
×

Warga Durian Daun Desak Overpass, Jangan Sampai Tol Memutus Nadi Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN,SUMSEL JARRAKPOS.COM – Pembangunan jalan tol seharusnya membuka akses dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Namun, bagi warga Desa Durian Daun, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, pembangunan infrastruktur tersebut justru dikhawatirkan memutus akses lama yang selama ini menjadi jalur penting bagi masyarakat mengangkut hasil perkebunan.

Kekhawatiran itu disuarakan sejumlah warga Desa Durian Daun yang mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin serta pihak terkait pembangunan jalan tol, termasuk PT HK dan HKI, agar tidak mengabaikan akses masyarakat desa.

Warga meminta agar dibangun jembatan penyeberangan kendaraan (overpass) di titik yang selama ini telah memiliki jalan mobil lama. Jalan tersebut, menurut warga, sudah ada jauh sebelum proyek pembangunan jalan tol dimulai dan selama ini digunakan masyarakat sebagai akses untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan.

Aspirasi warga disampaikan melalui spanduk yang dibawa di lokasi pembangunan. Aksi tersebut dikoordinatori Heryadi, SP, bersama masyarakat Desa Durian Daun.

Dalam spanduk tersebut, warga secara tegas meminta dukungan Bupati Banyuasin Askolani agar pembangunan overpass dapat direalisasikan.

“Kami selaku masyarakat Desa Durian Daun, Kecamatan Suak Tapeh, meminta dan memohon kepada Bapak agar kiranya bisa memberikan dukungan untuk jembatan penyeberangan (overpass), karena kami selaku warga sangat membutuhkan untuk bisa menyalurkan hasil pertanian seperti getah karet, sawit dan hasil kebun lainnya.”

Bagi masyarakat desa, persoalan ini bukan sekadar pembangunan jembatan. Ini menyangkut akses ekonomi.

Selama ini, jalan lama tersebut menjadi jalur masyarakat untuk mengangkut hasil kebun. Namun, keberadaan proyek jalan tol membuat warga khawatir akses tersebut tidak lagi dapat digunakan sebagaimana sebelumnya.

Ironisnya, jalan mobil lama yang sudah ada sebelum proyek tol tersebut kini kondisinya tidak terawat. Warga menyebut keterbatasan dana swadaya desa menjadi salah satu penyebab akses tersebut belum mendapatkan penanganan maksimal.

Karena itu, warga meminta pembangunan jalan tol tidak menjadi alasan terputusnya akses masyarakat.
Jangan Sampai Tol Mengorbankan Ekonomi Warga

Warga Desa Durian Daun berharap PT. HK dan HKI dan pihak pengelola pembangunan jalan tol memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak langsung oleh pembangunan.

Menurut warga, pembangunan jalan tol memang penting bagi kemajuan daerah. Tetapi kemajuan infrastruktur jangan sampai dibayar dengan hilangnya akses masyarakat menuju lahan perkebunan dan terhambatnya distribusi hasil pertanian.

Apalagi mayoritas aktivitas ekonomi warga berkaitan dengan perkebunan, seperti karet, sawit dan hasil kebun lainnya.

Tanpa akses kendaraan yang memadai, hasil perkebunan akan sulit dikeluarkan. Biaya angkutan bisa meningkat, waktu tempuh bertambah, bahkan hasil produksi berpotensi tidak dapat dipasarkan secara optimal.

“Kami selaku warga tidak akan bisa mengeluarkan hasil pertanian kami dan bisa mematikan perekonomian kami,” demikian salah satu poin tegas dalam aspirasi warga.

Warga menegaskan, mereka tidak menolak pembangunan jalan tol. Sebaliknya, masyarakat menginginkan pembangunan tersebut tetap berjalan, tetapi hak dan akses masyarakat jangan sampai ikut hilang.

Mereka meminta Pemkab Banyuasin menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pihak pelaksana pembangunan agar solusi konkret dapat segera ditemukan.
PT.HK dan HKI Diminta Tidak Menutup Mata

Warga juga menyampaikan pesan kepada PT.HK dan HKI dan pihak terkait agar pembangunan jalan tol tidak menjadi hambatan bagi perkembangan ekonomi Desa Durian Daun.

“Kepada PT.HK dan HKI, kami warga Desa Durian Daun meminta jangan ada hambatan terhadap perkembangan ekonomi desa yang timbul akibat pembangunan jalan tol.”

Permintaan tersebut dinilai wajar karena akses yang dipersoalkan bukan jalan baru yang muncul setelah proyek berjalan, melainkan jalur mobil lama yang telah digunakan masyarakat sebelum adanya proyek jalan tol.

Kini pertanyaannya, apakah pembangunan infrastruktur besar seperti jalan tol akan memberikan manfaat yang sama bagi masyarakat di sekitar, atau justru membuat warga yang selama bertahun-tahun menggantungkan hidup dari hasil kebun harus kehilangan akses?

Warga berharap persoalan ini tidak berhenti sebagai aspirasi di atas spanduk.

Mereka meminta Pemkab Banyuasin, PT.HK dan HKI. pihak terkait segera turun ke lapangan, melihat langsung kondisi akses warga, serta memastikan pembangunan overpass dapat menjadi solusi.

Sebab bagi warga Desa Durian Daun,kecamatan suak tapeh kabupaten Banyuasin overpass bukan sekadar bangunan beton. Itu adalah akses untuk mengeluarkan hasil kebun, menggerakkan roda ekonomi, dan mempertahankan kehidupan masyarakat di tengah pembangunan jalan tol.

warga kembali menyampaikan surat aspiras kepada bupati Banyuasin kiranya..dapat mempertemukan semua pihak..untuk kepastian dari pihak pelaksana ujar Masyarakat Desa Durian Daun. (WT)