Palembang

Kerukunan Keluarga Palembang Dikukuhkan, Fokus Konsolidasi Data Warga dan Penguatan Budaya

7
×

Kerukunan Keluarga Palembang Dikukuhkan, Fokus Konsolidasi Data Warga dan Penguatan Budaya

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Palembang (KKP) periode 2024–2029 resmi dikukuhkan di Griya Agung Palembang, Sabtu (13/12). Pengukuhan ini menandai babak baru penguatan peran KKP sebagai organisasi pemersatu warga Palembang, baik yang bermukim di daerah asal maupun di perantauan, sekaligus mitra strategis pemerintah daerah.

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, yang melantik jajaran pengurus inti KKP, yakni Ketua Umum Kgs. H. Abdul Rozak, M.Sc, Sekretaris Umum Mgs. H. Syaiful Padli, ST., MM, dan Bendahara Umum Kms. H. Achmad Idham, SE, bersama seluruh pengurus pusat periode 2024–2029.

Dalam sambutannya, Abdul Rozak menegaskan bahwa KKP ke depan harus berdiri sebagai satu entitas organisasi yang utuh, tanpa dualisme kepengurusan, khususnya di Kota Palembang yang menjadi pusat identitas kependudukan warga Palembang.

“KKP lahir dari semangat kebersamaan. Dengan identitas kependudukan Palembang yang berada di Kota Palembang, maka sudah seharusnya tidak ada lagi perbedaan kepengurusan. Kini KKP hadir sebagai satu rumah besar yang legal, solid, dan terdokumentasi dengan baik,” kata Abdul Rozak.

Salah satu agenda utama kepengurusan baru KKP adalah konsolidasi dan pendataan warga Palembang secara terintegrasi. Abdul Rozak menyebut, pendataan ini ditargetkan mencakup ratusan ribu warga Palembang, baik di dalam daerah maupun di perantauan.

“Basis data ini akan menjadi modal sosial yang sangat penting, tidak hanya bagi KKP, tetapi juga bagi pemerintah provinsi dan kota dalam merancang program sosial, ekonomi, dan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan data yang terstruktur akan memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah, terutama dalam merespons persoalan sosial, pemberdayaan ekonomi warga, serta penguatan jejaring kebudayaan Palembang.

Selain penguatan basis data, KKP juga menempatkan pelestarian budaya Palembang sebagai prioritas. Upaya tersebut meliputi penguatan penggunaan bahasa daerah, nilai-nilai kearifan lokal, serta mendorong keterlibatan generasi muda sebagai motor penggerak organisasi.

Abdul Rozak menegaskan, regenerasi menjadi kunci agar KKP tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga adaptif terhadap tantangan zaman.

“Para sesepuh menjadi penuntun arah, sementara generasi muda kami dorong sebagai penggerak utama inovasi dan program organisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Bendahara Umum DPP KKP Kms. H. Achmad Idham, SE, yang juga Ketua Panitia Pengukuhan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara tersebut, khususnya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Kerukunan Keluarga Palembang bukan sekadar organisasi, tetapi rumah besar tempat bersilaturahmi, saling menguatkan, dan menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur,” kata Achmad Idham.

Ia menyebut, sekitar 500 peserta menghadiri acara pengukuhan yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan tersebut, terdiri atas unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, paguyuban Palembang, serta insan pers. (WNA)