Kesehatan

GAPKI-Disbun Sumsel Bergerak, 10 Ribu Masker dan 20 Ribu Vitamin untuk Warga Terdampak Asap

32
×

GAPKI-Disbun Sumsel Bergerak, 10 Ribu Masker dan 20 Ribu Vitamin untuk Warga Terdampak Asap

Sebarkan artikel ini
oplus_2

 

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Selatan tak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sumatera Selatan bersama Dinas Perkebunan (Disbun) Sumsel turun tangan dengan menyalurkan bantuan kesehatan dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.

Bantuan yang disalurkan terbilang cukup besar, yakni 10.000 masker, 20.000 vitamin C, 1.600 bungkus mi instan dan 2.000 cup air mineral.

Bantuan tersebut disebar untuk mendukung pelayanan di empat titik layanan gratis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yakni Posko Kesehatan Semabor, Posko Kesehatan Monpera, Posko Pelayanan Jakabaring dan Posko Pelayanan Kertapati.

Ketua GAPKI Cabang Sumatera Selatan Alex Sugiarto melalui Bendahara GAPKI Sumsel Ratna Dewi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.

“Sebagai asosiasi pengusaha kelapa sawit di Sumsel, hari ini kami ikut berkontribusi untuk mendukung penanganan kesehatan dalam rangka adanya asap akibat karhutla,” kata Dewi, Kamis (8/10/2026).

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat yang mengalami dampak langsung dari kabut asap, sekaligus mendukung petugas yang setiap hari memberikan pelayanan di posko.

“Semoga dengan bantuan ini bisa membantu warga masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Posko Kesehatan Jadi Tumpuan Warga

Dukungan GAPKI Sumsel tersebut mendapat apresiasi dari Koordinator Posko Kesehatan Monpera, Deddy.

Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat membantu operasional posko, baik untuk memenuhi kebutuhan petugas maupun masyarakat yang datang untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan.

Posko Kesehatan Monpera yang berada di Jalan Merdeka No. 1, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, dalam pelaksanaannya turut didukung RS Mata Binar.

“Kami dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada GAPKI Sumsel yang telah memberikan bantuannya. Ini sangat bermanfaat, baik untuk petugas yang ada di posko maupun masyarakat yang datang untuk memeriksakan kesehatannya,” ujar Deddy.

Ia menjelaskan, Posko Kesehatan Monpera melayani masyarakat mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Palembang juga menyiapkan 18 titik posko pelayanan yang beroperasi selama 24 jam.

Pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak karhutla juga tersedia di sejumlah puskesmas, baik di Kota Palembang maupun daerah lain yang terdampak, di antaranya Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Banyuasin dan Musi Banyuasin (Muba).

Warga Terdampak Kabut Asap Bisa Berobat Gratis

Deddy menegaskan, masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan kabut asap tidak perlu khawatir mengenai biaya pengobatan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberikan pelayanan pemeriksaan dan penanganan kesehatan secara gratis sesuai Surat Edaran Gubernur Sumatera Selatan Nomor 440/6743/DISKES/2026.

“Untuk masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat kabut asap, silakan datang ke posko kesehatan atau puskesmas terdekat. Pelayanannya gratis, cukup membawa KTP,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul selama kondisi kabut asap berlangsung, terutama jika mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya.

Disbun: Karhutla Tak Bisa Ditangani Sendiri

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Herlan Kagami, menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi dampak karhutla yang dirasakan masyarakat.

“Penanggulangan bencana karhutla diperlukan kolaborasi dan sinergisitas semua pihak agar bencana karhutla dapat cepat ditanggulangi,” katanya.

Herlan mengatakan, bantuan yang diberikan Disbun Sumsel bersama GAPKI merupakan salah satu bentuk nyata kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk membantu masyarakat.

“Hari ini Disbun Provinsi Sumsel bersama GAPKI Sumsel memberikan bantuan untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Ini merupakan wujud kolaborasi yang baik dan bentuk kontribusi dan kepedulian pengusaha industri sawit Sumsel kepada masyarakat,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak berhenti pada upaya memadamkan api. Dampak yang ditimbulkan setelahnya, terutama terhadap kesehatan masyarakat akibat paparan kabut asap, juga membutuhkan perhatian serius.

Melalui bantuan masker, vitamin, makanan dan air mineral, GAPKI Sumsel bersama pemerintah berharap kebutuhan masyarakat dan petugas di lapangan dapat terbantu selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

Sebab, ketika asap menyelimuti udara, masyarakat bukan hanya membutuhkan api yang dipadamkan, tetapi juga perlindungan agar tetap bisa bernapas dengan aman. (WNA)