Asosiasi Driver online (ADO)

ADO Sumsel Harap Kapolda Sandi Nugroho dan Kapolresta Sonny Mahar Usut Tuntas Kasus Perampokan Ojol

54
×

ADO Sumsel Harap Kapolda Sandi Nugroho dan Kapolresta Sonny Mahar Usut Tuntas Kasus Perampokan Ojol

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

 

PALEMBANG, SUMSEL  JARRAKPOS, — Nasib nahas menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kota Palembang, Idris Mufakkar, yang menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas). Ia dirampok oleh pelaku yang mengancam menggunakan senjata tajam hingga memaksanya menyerahkan sepeda motor yang digunakan untuk bekerja.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Malaka II, Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang, pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, saat kondisi jalan masih dalam aktivitas siang hari.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban berada di lokasi tersebut sebelum tiba-tiba didatangi pelaku. Dalam kondisi terancam karena pelaku membawa senjata tajam, Idris tidak dapat melakukan perlawanan.

Pelaku kemudian memaksa korban turun dari motornya dan langsung membawa kabur kendaraan tersebut. Motor itu diketahui merupakan alat utama korban untuk mencari nafkah sehari-hari sebagai pengemudi ojol.

Korban mengalami syok atas kejadian tersebut dan segera melaporkan peristiwa yang dialaminya ke pihak kepolisian agar pelaku dapat segera ditangkap.

Kasus ini kembali menambah daftar tindak kejahatan jalanan yang menyasar pengemudi transportasi daring, yang kerap berada dalam posisi rentan karena bekerja sendirian di lapangan.

Menanggapi kejadian ini, Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan, Muhammad Asrul Indrawan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang menimpa salah satu driver ojol di Palembang tersebut.

Ia meminta aparat kepolisian memberikan perhatian serius terhadap kasus ini karena menyangkut rasa aman ribuan pengemudi ojol di Kota Palembang.

“Kami dari DPD ADO Sumsel sangat prihatin. Ini bukan hanya soal kehilangan motor, tapi menyangkut keselamatan jiwa driver. Kami berharap Kapolda Sumsel dan jajaran memberi atensi khusus agar pelaku segera ditangkap,” ujarnya. Minggu (1/2/2026).

Asrul menegaskan, sepeda motor bagi driver ojol bukan sekadar kendaraan, melainkan sumber penghidupan keluarga.

“Bagi driver, motor itu dapur mereka. Kalau dirampas, bukan hanya harta yang hilang, tapi mata pencaharian juga terputus. Kami berharap ada pengungkapan cepat agar pelaku tidak kembali meresahkan masyarakat,” tambahnya.

Harapan kepada Kapolda Baru Sumsel

Secara khusus, ADO Sumsel juga menyampaikan harapan kepada Kapolda Sumatera Selatan yang baru, Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., M.Hum., agar persoalan keamanan pengemudi ojol menjadi perhatian dalam penguatan strategi kamtibmas di wilayah Sumsel.

“Kami menaruh harapan besar kepada Kapolda Sumsel yang baru, Irjen Pol Sandi Nugroho, agar perlindungan terhadap driver ojol menjadi perhatian. Kami berharap ada langkah preventif, termasuk peningkatan patroli dan pengawasan di titik rawan kejahatan jalanan,” kata Asrul.

Ia menilai, kehadiran polisi di lapangan sangat berpengaruh dalam mencegah aksi kejahatan terhadap pekerja transportasi daring.

Harapan kepada Kapolresta Palembang

ADO Sumsel juga secara khusus menyampaikan harapan kepada Kapolresta Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., agar jajaran Polresta Palembang mengusut tuntas kasus ini.

“Kami percaya Polresta Palembang mampu mengungkap kasus ini. Kami berharap patroli di titik-titik rawan kejahatan terhadap driver ojol juga ditingkatkan,” kata Asrul.

Ia juga mengimbau para pengemudi ojol untuk lebih waspada, terutama saat menerima order di lokasi yang sepi, serta segera melapor jika menemukan hal mencurigakan,” pungkasnya. (WNA)