Olahraga

Dua Pelatih Antar Pertina Palembang Juara Umum Tinju Popda Sumsel XVIII, Sabet Empat Emas

38
×

Dua Pelatih Antar Pertina Palembang Juara Umum Tinju Popda Sumsel XVIII, Sabet Empat Emas

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS – Keberhasilan tim tinju Kota Palembang meraih gelar juara umum pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Sumatera Selatan XVIII Tahun 2026 tak lepas dari peran dua pelatih, Wasith Aulawi dan Audi Kausar, S.Pd.

Berkat pembinaan dan persiapan matang, kontingen tinju Palembang sukses mengoleksi empat medali emas dalam kompetisi yang berlangsung di SMK Negeri 2 Palembang, 3–6 November 2026.

Empat medali emas tersebut masing-masing dipersembahkan Mesy Gadis Palawani di kelas 46–48 kilogram, Yuan Misel (50–52 kg), Syafiqa Putri Khalisah (52–54 kg), serta Muhammad Khairi Munandar (71–75 kg).

Ketua Pertina Kota Palembang, Andreas Okdi Priantoro, SE., Ak., SH., mengapresiasi perjuangan para atlet dan dedikasi tim pelatih yang berhasil membawa nama Palembang menjadi yang terbaik di cabang olahraga tinju.

“Alhamdulillah, Pertina Kota Palembang berhasil meraih juara umum dengan empat medali emas.

Ini merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, dan persiapan seluruh tim.

Terima kasih kepada para atlet dan pelatih yang telah memberikan hasil terbaik,” ujar Andreas.

Pelatih Wasith Aulawi menegaskan, keberhasilan meraih juara umum bukan alasan untuk berpuas diri.

Sebaliknya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan menatap kompetisi yang lebih tinggi.

“Jangan cepat puas dengan gelar juara umum. Jadikan kemenangan ini sebagai motivasi untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan kualitas atlet.

Juara hari ini harus menjadi awal lahirnya juara-juara berikutnya,” tegas Wasith.

Hal senada disampaikan Pelatih Audi Kausar, S.Pd. Ia mengaku bangga atas perjuangan para atlet, tetapi mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi latihan, disiplin, dan sikap rendah hati.

“Saya bangga dengan perjuangan anak-anak. Namun, perjuangan tidak boleh berhenti di sini.

Atlet harus tetap disiplin, rendah hati, dan konsisten berlatih.

Tanggung jawab kami sebagai pelatih adalah terus membina dan melahirkan atlet-atlet berprestasi,” kata Audi.

Kedua pelatih berharap pembinaan tinju di Kota Palembang terus ditingkatkan secara profesional dan berkelanjutan.

Mereka juga mengajak seluruh insan tinju, termasuk sasana dan atlet potensial, untuk mengesampingkan perbedaan serta mengutamakan kemajuan olahraga tinju Palembang.

Bagi keduanya, mempertahankan gelar juara umum memang penting. Namun, melahirkan generasi atlet berprestasi berikutnya menjadi tanggung jawab yang jauh lebih besar.

Andreas berharap raihan empat medali emas pada Popda Sumsel XVIII menjadi modal penting bagi Palembang untuk terus mencetak petinju potensial yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional.

“Prestasi ini jangan hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan.

Kami berharap para atlet terus berkembang dan mampu membawa nama Kota Palembang meraih prestasi lebih tinggi di masa mendatang,” pungkas Andreas.***