PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) Provinsi Sumatera Selatan resmi melantik kepengurusan baru periode 2026–2030 di Ruang Rapat Parameswara, Sekretariat Daerah Kota Palembang, Kamis (22/10/2026). Kepengurusan baru ini menargetkan penguatan pembinaan atlet, perluasan basis olahraga di kalangan sipil, serta mempertahankan prestasi Sumsel di tingkat nasional.
Pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Yongmoodo Indonesia (PB FYI), Mayjen TNI (Purn.) Eka Wiharsa, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, KONI Sumsel, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Palembang.
Dalam arahannya, Eka Wiharsa menekankan pentingnya kemandirian organisasi melalui pengembangan atlet dan pelatih dari kalangan sipil. Menurutnya, meskipun selama ini TNI Angkatan Darat memiliki peran penting dalam menyediakan pelatih berkualifikasi nasional, FYI perlu memperluas pembinaan ke lingkungan sekolah dan perguruan tinggi.
“Dulu kita sangat bersandar pada militer untuk pelatih. Kini, meski tetap bekerja sama dengan TNI AD karena kebutuhan kualifikasi, kami ingin mandiri. Kami telah memulai pengembangan di kalangan sipil, pelajar, dan mahasiswa di Yogyakarta dan Bali yang sudah memiliki standar nasional. Saya berharap Sumatera Selatan dapat mengikuti jejak tersebut secara bertahap,” ujar Eka.
Ia berharap FYI Sumsel mampu membangun pola pembinaan berkelanjutan agar olahraga bela diri Yongmoodo semakin berkembang dan memiliki sumber daya atlet yang kompetitif.
Selain penguatan organisasi, Eka juga menyoroti persiapan atlet menghadapi berbagai kompetisi nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kejuaraan bela diri nasional. Agenda kejuaraan bela diri yang semula direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 disebut berpotensi bergeser ke 2027, menunggu keputusan KONI.
Karena itu, seleksi dan pembinaan atlet potensial menjadi salah satu prioritas agar Sumsel dapat tampil maksimal saat kompetisi digelar.
FYI Sumsel Bidik Prestasi dan Perluas Pembinaan
Ketua FYI Sumsel yang baru dilantik, Dr. Herison, S.IF., S.H., M.H., menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi sekaligus mempertahankan prestasi Sumatera Selatan yang sebelumnya menempati peringkat ketiga umum tingkat nasional.
Menurut Herison, langkah awal kepengurusan baru adalah melakukan konsolidasi internal, termasuk verifikasi administrasi pelatih dan atlet. Selanjutnya, FYI Sumsel akan memperluas pembinaan Yongmoodo di sekolah dan perguruan tinggi yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
“Langkah pertama kami adalah konsolidasi internal dan verifikasi administratif pelatih serta atlet. Kami akan fokus mengembangkan Yongmoodo di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan. Persaingan antar-cabang bela diri sangat ketat, sehingga kami harus membangun ekosistem yang sehat dan kompetitif,” jelas Herison.
Ia menilai, perluasan pembinaan di lingkungan pendidikan menjadi strategi penting untuk menjaring atlet muda berbakat sekaligus menciptakan regenerasi atlet yang berkesinambungan.
Herison juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap perjalanan Yongmoodo di Indonesia, yang menurut keterangannya mulai berkembang di lingkungan militer sejak 2008 dan kemudian merambah kalangan sipil pada 2012.
Prestasi meraih peringkat ketiga umum nasional pada Piala Menpora IX tahun 2025 menjadi modal penting bagi kepengurusan FYI Sumsel periode 2026–2030 untuk meningkatkan daya saing atlet di masa mendatang.
Pemprov Sumsel Dorong Sinergi Pembinaan
Dukungan terhadap kepengurusan baru FYI Sumsel juga disampaikan perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Dalam pesannya, ia mengingatkan agar seluruh pengurus menjalankan amanah organisasi dengan integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab.
Pemprov Sumsel juga mendorong FYI memperkuat sinergi dengan KONI, institusi pendidikan, serta sektor swasta guna mendukung pembinaan atlet dan pengembangan olahraga Yongmoodo di daerah.
“Prestasi tidak lahir dari kebetulan, melainkan hasil kerja keras, disiplin, dan dukungan berbagai pihak. Kami mendukung penuh pembinaan olahraga yang terencana demi masyarakat Sumsel yang sehat dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Palembang, Furwadie, yang hadir mewakili Kepala Dispora Kota Palembang, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung pengembangan Yongmoodo di Kota Palembang.
Menurutnya, Yongmoodo sebagai olahraga bela diri yang memadukan sejumlah teknik bela diri, termasuk judo, taekwondo, hapkido, dan sirum, memiliki potensi dalam membentuk ketahanan fisik, mental, serta kedisiplinan generasi muda.
“Dispora Palembang siap mendukung memasyarakatkan olahraga ini dan menjaring bibit atlet berbakat untuk mengharumkan nama daerah,” kata Furwadie.
Pelantikan pengurus FYI Sumsel periode 2026–2030 ditutup dengan doa bersama. Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat fondasi organisasi, memperluas pembinaan atlet hingga ke daerah, serta mempertahankan prestasi Sumatera Selatan di tingkat nasional dan membuka peluang berkiprah di kancah internasional. (WNA)












