Olahraga

Diikuti 2.000 Peserta, Meilinda Cup 2026 Jadi Panggung Pembinaan Atlet Taekwondo Sumsel

14
×

Diikuti 2.000 Peserta, Meilinda Cup 2026 Jadi Panggung Pembinaan Atlet Taekwondo Sumsel

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

 

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Sekitar 2.000 peserta mengikuti Kejuaraan Taekwondo Hj. Meilinda Cup 2026 di GOR Dempo, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Kamis, 22 Oktober 2026. Kejuaraan tingkat Grade C yang digelar Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Selatan itu menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus sosialisasi regulasi pertandingan terbaru.

Peserta datang dari sejumlah daerah di Sumatera Selatan dan luar provinsi, antara lain Lampung, Jambi, dan Bangka Belitung. Kejuaraan ini juga melibatkan atlet usia dini, termasuk peserta berusia enam tahun.

Ketua Pengprov TI Sumsel, Hj. Meilinda, S.Sos., M.M., mengatakan, kejuaraan tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus membantu atlet memahami perubahan aturan pertandingan taekwondo.

Menurut Meilinda, pemahaman terhadap regulasi menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkuat. Atlet tidak cukup hanya menguasai teknik, tetapi juga harus mampu menyesuaikan diri dengan ketentuan pertandingan yang berlaku.

“Kejuaraan ini kami selenggarakan untuk mensosialisasikan aturan baru yang belum banyak diketahui atlet. Kami ingin aturan tersebut dapat dipahami dan diterapkan dengan baik, sehingga atlet semakin siap menghadapi berbagai kompetisi,” kata Meilinda.

Ia menjelaskan, persiapan Meilinda Cup 2026 telah dilakukan sejak enam bulan sebelumnya. Penyelenggara berharap kejuaraan ini menjadi ruang bagi atlet untuk mengukur kemampuan, menambah jam terbang, dan menguji kesiapan mental dalam menghadapi persaingan.

oplus_2

Salah satu perhatian dalam Meilinda Cup 2026 adalah pembinaan atlet sejak usia dini. Kehadiran peserta berusia enam tahun menunjukkan bahwa pengembangan taekwondo membutuhkan proses panjang, mulai dari pengenalan teknik dasar hingga pembentukan karakter dan mental bertanding,” jelasnya.

Meilinda menilai, keberanian menghadapi lawan, kedisiplinan, serta kemampuan mengendalikan emosi merupakan bagian penting dalam perjalanan seorang atlet. Pengalaman bertanding sejak dini diharapkan membantu atlet membangun kepercayaan diri dan terbiasa menghadapi tekanan kompetisi.

Ia mengingatkan para atlet agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan dan medali. Menurut dia, setiap pertandingan juga menjadi kesempatan untuk belajar menerima hasil, menghormati lawan, dan memperbaiki kekurangan.

“Jangan pernah berhenti berlatih. Prestasi tidak datang secara instan, tetapi harus diperjuangkan melalui kedisiplinan, kerja keras, dan semangat untuk terus belajar,” ujarnya.

Di tempat yang sama Sekretaris Pengprov TI Sumsel, Carli Junicef Vratama, S.Pi., M.Si., mengungkapkan, kejuaraan perlu digelar secara berkelanjutan agar perkembangan atlet dapat dievaluasi secara terukur.

Menurut Carli, kompetisi memberikan kesempatan kepada pelatih dan pengurus untuk menilai hasil latihan, mengidentifikasi potensi atlet, serta memetakan kebutuhan pembinaan menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi.

Jumlah peserta yang besar juga dinilai dapat memperluas pengalaman bertanding sekaligus memperkuat hubungan antarklub dan pengurus taekwondo dari berbagai daerah.

“Melalui kejuaraan ini, kami berharap atlet mendapatkan pengalaman bertanding yang berharga. Pembinaan harus dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari kelompok usia dini hingga atlet yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” beber Carli.

Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah medali. Peningkatan kualitas teknik, ketahanan mental, kedisiplinan, dan konsistensi latihan juga menjadi indikator penting dalam menyiapkan atlet berprestasi,” tambahnya.

” Pengprov TI Sumsel juga merencanakan penyelenggaraan kejuaraan bertaraf internasional pada 2027. Rencana tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman bertanding atlet sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk menguji kemampuan menghadapi lawan dengan tingkat persaingan yang lebih beragam

Namun, peningkatan prestasi tidak dapat bertumpu pada penyelenggaraan kejuaraan semata. Dukungan pengurus, pelatih, klub, orang tua, pemerintah, dan masyarakat tetap diperlukan untuk memastikan pembinaan berjalan konsisten,” ujarnya.

Meilinda Cup 2026 diharapkan menjadi salah satu pijakan dalam memperkuat ekosistem pembinaan taekwondo di Sumatera Selatan. Melalui kompetisi yang berkesinambungan, pemahaman regulasi yang baik, dan latihan yang terarah, atlet daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing hingga tingkat nasional dan internasional,” pungkasnya. (WNA)