Budaya & Pariwisata

Delapan Finalis Bersaing di Grand Final Bintang Dangdut Plus 2026, Siapa Jadi Ikon Dangdut Palembang?

55
×

Delapan Finalis Bersaing di Grand Final Bintang Dangdut Plus 2026, Siapa Jadi Ikon Dangdut Palembang?

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS – Delapan finalis Bintang Dangdut Plus 2026 bersaing memperebutkan gelar juara sekaligus peluang menjadi ikon dangdut Palembang. Babak Grand Final yang digelar di Gedung Kesenian Palembang, Rabu (28/10/2026), menjadi penentuan bagi para peserta setelah menjalani pembinaan vokal dan karantina budaya.

Delapan finalis tersebut adalah Meisyah, Mirza Ulfa, Mutiara Hafildzah, Bela Setiawati, Ratih Maharani, Nadine Putri Adilla, Huzadi, dan Intan Agustin. Mereka dituntut tidak hanya menunjukkan kualitas vokal, tetapi juga penguasaan panggung, ekspresi, komunikasi, dan karakter sebagai penyanyi.

Bintang Dangdut Plus 2026 diselenggarakan Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP) bersama Dewan Kesenian Palembang (DKP) dan Pemerintah Kota Palembang. Ajang ini dirancang untuk menjaring talenta dangdut lokal yang berpotensi berkembang sekaligus ikut memperkenalkan seni dan budaya Palembang.

Sesuai jadwal protokol Pemerintah Kota Palembang, Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa yang semula direncanakan membuka acara diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Dr. H. Riza Pahlevi, M.A.

Bukan Sekadar Kompetisi Menyanyi

Ketua KKPP, Kms M. Riduan, mengatakan Bintang Dangdut Plus 2026 tidak hanya berorientasi pada kemampuan bernyanyi, tetapi juga mempersiapkan peserta agar memiliki wawasan budaya dan kepribadian yang baik.

“Ajang Bintang Dangdut Plus ini diadakan untuk menjaring talenta penyanyi dangdut yang nantinya akan menjadi ikon dangdut Palembang. Mereka tidak hanya bisa menyanyi, tetapi juga bisa menjadi duta budaya,” ujar Riduan.

Menurutnya, penyanyi yang berpotensi menjadi figur publik perlu mempunyai bekal lebih dari sekadar kemampuan vokal. Wawasan kebudayaan, keterampilan berkomunikasi, dan sikap profesional juga menjadi modal untuk membangun karier di industri hiburan.

Sebelum mencapai babak Grand Final, para peserta menjalani karantina vokal untuk mengasah kemampuan bernyanyi. Pembinaan kemudian dilanjutkan dengan karantina budaya di Gedung Kesenian Palembang, Senin (26/10/2026).

Melalui tahapan tersebut, penyelenggara berupaya membekali para finalis agar mampu tampil sebagai penyanyi yang memahami identitas daerah dan memiliki kesiapan menghadapi dunia hiburan.

Karantina Budaya Bekali Finalis Beragam Pengetahuan

Dalam karantina budaya, delapan finalis menerima materi dari sejumlah pemateri yang memiliki latar belakang di bidang sejarah, kebudayaan, komunikasi, seni pertunjukan, pariwisata, dan industri hiburan.

Sejarawan Kms Ari Panji menyampaikan materi sejarah, sedangkan budayawan Vebri Al Lintani membekali peserta dengan pengetahuan kebudayaan. Materi tersebut diharapkan memperkuat pemahaman finalis terhadap sejarah dan kekayaan budaya Palembang.

Kemampuan berbicara di depan publik juga menjadi perhatian. Materi public speaking yang disampaikan Dr. Heryanto membekali finalis agar mampu menyampaikan gagasan dan membangun komunikasi dengan baik ketika berhadapan dengan penonton, media, maupun masyarakat.

Sementara itu, koreografer Salwa Pratiwi, pemilik Sanggar Blok E Art, memberikan materi koreografi dan penampilan panggung. Pembekalan ini mencakup ekspresi, gerak, penguasaan panggung, serta interaksi dengan penonton.

Dari sektor pariwisata, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Pariwisata Palembang, Maulida Ninik Wahyuni, menyampaikan materi mengenai potensi wisata daerah. Para finalis diharapkan dapat mengenali destinasi dan kekayaan lokal yang berpeluang diperkenalkan melalui kiprah mereka sebagai penyanyi.

Peserta juga menerima materi bertajuk “Menjadi Artis yang Berkarakter: Etika, Disiplin, dan Tanggung Jawab” dari pelaku industri hiburan yang juga pemilik EO Kreatif Anak Bangsa.

Materi ini menekankan pentingnya sikap profesional dalam menjalani karier di dunia hiburan. Kemampuan tampil dan popularitas perlu diimbangi etika, kedisiplinan, serta tanggung jawab agar penyanyi dapat membangun karier secara berkelanjutan.

DKP Dorong Pembinaan Penyanyi Dangdut Lokal

Penjabat Ketua Dewan Kesenian Palembang, Faldy Lonardo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa musik dangdut merupakan bagian dari khazanah musik nasional yang memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Dangdut berkembang sebagai musik populer dengan pendengar dari berbagai kalangan. Karena itu, pengembangan penyanyi dangdut perlu didukung pembinaan berkelanjutan, baik dari sisi musikalitas maupun wawasan kebudayaan.

Faldy juga menyinggung upaya memperjuangkan pengakuan dangdut oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Dalam konteks kesenian Palembang, Bintang Dangdut Plus 2026 diharapkan menjadi wadah pembinaan bagi talenta lokal sekaligus membuka kesempatan bagi penyanyi untuk memperkenalkan budaya daerah melalui musik yang dekat dengan masyarakat.

Turut hadir dalam pembukaan karantina budaya tersebut Sekretaris KKPP Hairil Hajidin dan Ketua Komite Musik DKP Sayid Muhamad.

Grand Final Jadi Penentu, Pembinaan Diharapkan Berlanjut

Bagi delapan finalis, Grand Final menjadi kesempatan untuk menunjukkan hasil latihan dan pembekalan yang telah dijalani. Kualitas vokal, penguasaan panggung, ekspresi, serta kemampuan membangun komunikasi dengan penonton menjadi unsur penting dalam penampilan mereka.

Namun, keberhasilan Bintang Dangdut Plus 2026 tidak hanya diukur dari siapa yang keluar sebagai juara. Keberlanjutan pembinaan, kesempatan tampil, dan berkembangnya talenta penyanyi lokal juga menjadi bagian penting dari tujuan penyelenggaraan ajang tersebut.

KKPP, DKP, dan Pemerintah Kota Palembang diharapkan dapat terus mendorong para peserta mengembangkan kemampuan musikalitas sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap seni dan budaya daerah.

Kini, delapan finalis bersaing memberikan penampilan terbaik di panggung Grand Final. Selain menentukan pemenang, ajang ini menjadi langkah awal bagi para peserta untuk melanjutkan kiprah di industri hiburan dan berkontribusi memperkenalkan identitas budaya Palembang melalui musik dangdut. (MN)