PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS – Sembilan finalis Bintang Dangdut Plus 2026 mengikuti karantina budaya di Gedung Kesenian Palembang, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan peserta untuk memperkuat wawasan sejarah, kebudayaan, pariwisata, hingga kemampuan komunikasi sebelum menghadapi Grand Final.
Ajang yang digelar Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP) bersama Dewan Kesenian Palembang (DKP) dan Pemerintah Kota Palembang tersebut tidak hanya menitikberatkan kemampuan vokal.
Para finalis juga dipersiapkan agar mampu menjadi figur publik yang dapat memperkenalkan seni dan budaya Palembang kepada masyarakat luas.
Sembilan finalis yang mengikuti pembekalan tersebut yakni Meisyah, Mirza Ulfa, Mutiara Hafildzah, Bela Setiawati, Ratih Maharani, Nadine Putri Adilla, Dikky Ardian, Huzadi, dan Intan Agustin.
Sebelumnya, para peserta telah menjalani karantina vokal untuk meningkatkan kemampuan bernyanyi.
Karantina budaya kemudian melengkapi proses tersebut melalui pembekalan lintas bidang yang berkaitan dengan pengembangan karakter dan kapasitas seorang penyanyi.
Ketua KKPP, Kms M. Riduan, mengatakan Bintang Dangdut Plus 2026 diselenggarakan untuk menjaring talenta dangdut yang diharapkan dapat berkembang menjadi ikon dangdut Palembang.
Menurut Riduan, penyanyi dangdut perlu memiliki kemampuan lebih dari sekadar tampil dan membawakan lagu.
Mereka juga diharapkan memahami kebudayaan daerah sehingga dapat berperan dalam memperkenalkan identitas Palembang melalui dunia hiburan.
“Ajang Bintang Dangdut Plus ini diadakan untuk menjaring talenta penyanyi dangdut yang nantinya akan menjadi ikon dangdut Palembang. Mereka tidak hanya bisa menyanyi, tetapi juga bisa menjadi duta budaya,” ujarnya.
Riduan berharap ajang tersebut dapat membuka peluang bagi penyanyi lokal untuk mengembangkan karier sekaligus berkontribusi dalam promosi seni dan kebudayaan daerah.
Sejarawan hingga Praktisi Pariwisata Berikan Pembekalan
Karantina budaya menghadirkan sejumlah pemateri dari bidang sejarah, kebudayaan, komunikasi, seni pertunjukan, pariwisata, dan industri hiburan.
Sejarawan Kms Ari Panji menyampaikan materi sejarah, sedangkan budayawan Vebri Al Lintani memberikan pembekalan mengenai kebudayaan.
Materi tersebut diarahkan untuk memperluas pemahaman peserta terhadap perjalanan sejarah dan kekayaan budaya Palembang.
Sementara itu, Dr. Heryanto menyampaikan materi public speaking untuk meningkatkan kemampuan finalis dalam berkomunikasi, menyampaikan gagasan, serta berbicara di hadapan publik.
Aspek penampilan panggung dibahas melalui materi koreografi yang disampaikan Salwa Pratiwi, pemilik Sanggar Blok E Art.
Pembekalan ini mencakup pentingnya penguasaan panggung, ekspresi, gerak, dan interaksi dengan penonton sebagai bagian dari penampilan seorang penyanyi.
Materi pariwisata disampaikan Maulida Ninik Wahyuni, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Pariwisata Palembang. Para finalis diharapkan dapat mengenali potensi pariwisata daerah dan memahami peran pelaku seni dalam memperkenalkan destinasi serta kekayaan budaya kepada khalayak yang lebih luas.
Selain itu, pembekalan bertajuk “Menjadi Artis yang Berkarakter: Etika, Disiplin, dan Tanggung Jawab” disampaikan oleh pelaku industri hiburan yang juga pemilik EO Kreati Anak Bangsa.
Materi tersebut menekankan pentingnya karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjalani profesi di dunia hiburan.
Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan tidak hanya siap menghadapi kompetisi, tetapi juga memahami sikap profesional yang diperlukan ketika berkarier sebagai penyanyi.
DKP: Dangdut Bagian dari Khazanah Musik Nasional
Penjabat Ketua Dewan Kesenian Palembang, Faldy Lonardo, menyampaikan bahwa musik dangdut merupakan bagian dari khazanah musik nasional yang memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Menurut Faldy, dangdut memiliki jangkauan pendengar yang luas sehingga pengembangan talenta di bidang tersebut perlu disertai pembinaan yang berkelanjutan.
Peningkatan kualitas penampilan dan wawasan kebudayaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya tersebut.
Faldy juga menyampaikan bahwa musik dangdut tengah diperjuangkan untuk memperoleh pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
Dalam konteks kesenian Palembang, Bintang Dangdut Plus diharapkan menjadi ruang bagi tumbuhnya penyanyi lokal sekaligus membuka kesempatan untuk memperkenalkan budaya daerah melalui musik yang dekat dengan masyarakat.
Kegiatan karantina budaya menjadi salah satu bentuk pembekalan agar para finalis memahami bahwa kiprah seorang penyanyi juga dapat mendukung pelestarian dan promosi kebudayaan.
Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris KKPP Hairil Hajidin dan Ketua Komite Musik DKP Sayid Muhamad.
Grand Final Bintang Dangdut Plus Digelar 28 Oktober
Setelah mengikuti karantina vokal dan budaya, kesembilan finalis dijadwalkan tampil dalam Grand Final Bintang Dangdut Plus 2026 pada Rabu (28/10/2026) di Gedung Kesenian Palembang.
Babak puncak ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan vokal, penguasaan panggung, dan kualitas penampilan setelah menjalani rangkaian pembekalan.
Penyelenggara berharap Bintang Dangdut Plus 2026 tidak hanya menghasilkan pemenang kompetisi, tetapi juga menjadi langkah awal pembinaan talenta dangdut Palembang agar memiliki ruang untuk berkembang di industri hiburan.
Melalui perpaduan pembinaan vokal, wawasan budaya, komunikasi, dan karakter, para finalis diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkenalkan identitas serta potensi kebudayaan Palembang kepada masyarakat yang lebih luas.***












