PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, – Upaya meluruskan sejarah dan menjaga keaslian warisan budaya Kesultanan Palembang Darussalam terus dilakukan. Perkumpulan Zuriat Masagus-Masayu Palembang Darussalam (PZMMPD) menggandeng konten kreator dan YouTuber asal Palembang, Mang Dayat, untuk menyatukan pandangan para ahli sejarah, akademisi, pakar nasab, hingga tokoh masyarakat dalam mengkaji sejarah gelar bangsawan Palembang.
Pertemuan yang digelar di Ruang Fraksi PKS DPRD Kota Palembang, Selasa (23/6/2026), menjadi langkah awal menghimpun berbagai sumber sejarah agar tersusun menjadi kajian ilmiah yang utuh dan dapat dijadikan rujukan resmi bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Umum PZMMPD sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Palembang, Mgs H. Syaiful Padli, ST., MM. Ia menyambut baik kehadiran Mang Dayat yang selama ini aktif mengenalkan sejarah dan budaya Palembang melalui media sosial.
“Alhamdulillah hari ini PZMMPD berdiskusi bersama Mang Dayat, seorang YouTuber Palembang yang konsisten mengangkat budaya Kota Palembang. Beberapa waktu lalu beliau juga membahas sejarah gelar bangsawan Palembang, termasuk gelar Masagus,” ujar Syaiful.
Menurutnya, gelar bangsawan Palembang bukan sekadar identitas keluarga, melainkan memiliki nilai sejarah, silsilah, dan budaya yang harus dipahami secara benar.
“Gelar-gelar ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan garis keturunan tertentu. Ke depan kami berharap pembahasan tidak hanya mengenai Masagus, tetapi juga gelar Raden, Kemas, Kiagus, dan gelar kebangsawanan lainnya. Konten seperti ini sangat penting untuk mengenalkan kembali sejarah Kesultanan Palembang Darussalam kepada generasi muda yang mulai jauh dari akar budayanya,” katanya.
Sebelumnya, Mang Dayat sempat mengulas sejarah gelar bangsawan Palembang melalui akun Instagram miliknya. Konten tersebut viral dan memunculkan berbagai tanggapan serta diskusi dari masyarakat.
Dalam pemaparannya, Mang Dayat menjelaskan bahwa sistem gelar bangsawan Palembang telah ada sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam dan diwariskan berdasarkan garis keturunan keluarga kerajaan maupun kerabat istana.
Empat gelar yang hingga kini masih dikenal masyarakat, yakni Raden dan Raden Ayu sebagai gelar keturunan langsung Sultan Palembang Darussalam, Masagus dan Masayu yang berasal dari keturunan Susuhunan Abdurrahman sebagai pendiri Kesultanan Palembang, Kemas dan Nyimas sebagai gelar kebangsawanan yang melambangkan kemuliaan, serta Kiagus dan Nyayu yang berasal dari jalur keturunan tertentu di lingkungan istana.
Menurut Mang Dayat, secara historis terdapat keterkaitan garis keturunan antara gelar Raden, Masagus, dan Kemas. Sementara gelar Kiagus memiliki latar belakang sejarah yang berbeda sehingga memerlukan kajian lebih mendalam.
Ia mengaku bersyukur dapat berdiskusi langsung dengan para ahli sejarah, ahli zuriat, pakar nasab, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, serta tokoh masyarakat untuk memperkaya referensi sejarah.
“Alhamdulillah hari ini kami bisa berkumpul bersama para ahli sejarah, ahli zuriat, para doktor dari berbagai universitas, ahli nasab, dan tokoh lainnya. Kami menghimpun berbagai sumber sejarah agar dapat disusun menjadi kajian yang lebih rinci, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Mang Dayat berharap sejarah gelar bangsawan Palembang tidak lagi menimbulkan perbedaan persepsi di tengah masyarakat.
“Kami berharap hasil kajian ini nantinya dapat menjadi referensi resmi dalam bentuk naskah atau buku yang bisa dijadikan pegangan bagi para peneliti, akademisi, maupun generasi muda untuk memahami sejarah dan budaya Palembang secara benar,” tutupnya. (WNA)














