PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Palembang sejak Selasa (21/4/2026) dan berlanjut beberapa hari setelahnya kembali memicu banjir di sejumlah titik, khususnya di wilayah Kecamatan Ilir Barat I.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat melakukan penanganan. Pada Sabtu (25/4/2026), tim Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas PUPR Palembang turun langsung melakukan pembersihan saluran air di kawasan jalan Muhajirin IV /Swadaya.
Camat Ilir Barat I, Alexander, S.IP., M.Si, mengatakan, langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang untuk memastikan penanganan banjir dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Kami langsung turun ke lapangan bersama jajaran untuk meninjau titik-titik banjir di wilayah Ilir Barat I, sekaligus berkoordinasi dengan dinas teknis terkait guna percepatan penanganan,” ujar Alexander di lokasi.

Ia menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan adalah normalisasi anak sungai di sejumlah titik rawan banjir. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran air sehingga mampu mengurangi genangan saat curah hujan tinggi.
“Normalisasi ini bagian dari langkah antisipasi agar dampak banjir di musim hujan bisa diminimalisir,” jelasnya.
Meski demikian, warga menilai penanganan yang dilakukan masih perlu ditingkatkan. Salah seorang warga Jalan Balap Sepeda, Muhajirin IV, Sari, mengaku bersyukur atas pembersihan saluran yang telah dilakukan pemerintah.
“Alhamdulillah sekarang sudah dibersihkan, terima kasih kepada Pak Camat dan Dinas PUPR Palembang,” ujarnya.
Namun, Sari mengungkapkan kondisi dam atau saluran penampungan air di wilayahnya saat ini sudah sangat dangkal akibat sedimentasi lumpur. Akibatnya, setiap hujan deras turun, kawasan tersebut hampir pasti terendam banjir dengan ketinggian mencapai sepinggang orang dewasa.
“Selama ini kalau hujan deras, air cepat meluap karena dam sudah dangkal. Kami berharap bisa dilakukan pengerukan lumpur agar aliran sungai kembali normal,” katanya.
Ia juga menyoroti aliran air dari kolam retensi Rumah Sakit Siti Khadijah yang seluruhnya mengalir ke kawasan tersebut, sehingga memperparah beban tampungan air saat hujan.
“Air dari kolam retensi RS Siti Khadijah semuanya mengalir ke sini. Jadi kalau tidak dikeruk, pasti meluap terus,” tambahnya.
Sari berharap, Pemerintah Kota Palembang tidak hanya melakukan pembersihan permukaan, tetapi juga melakukan pengerukan menyeluruh guna mengatasi persoalan banjir yang sudah terjadi bertahun-tahun,” pungkasnya. (WNA)













