DaerahPalembang

Warga Karang Anyar Keluhkan Debu Batubara, PTBA Datang Dengarkan Aspirasi

3
×

Warga Karang Anyar Keluhkan Debu Batubara, PTBA Datang Dengarkan Aspirasi

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS-Keluhan warga Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang, terkait dampak polusi debu batubara dari aktivitas stockpile Dermaga Kertapati mendapat perhatian dari PT Bukit Asam (PTBA).

Perwakilan PTBA yang terdiri dari Manager Umum, Asisten Manager K3, dan Asisten Manager Perawatan mendatangi lingkungan warga untuk mendengarkan secara langsung keluhan serta keresahan masyarakat.

Kunjungan tersebut dipusatkan di kediaman Dian HS, selaku Ketua Pemerhati Situasi Terkini (PST). Pertemuan turut dihadiri Direktur Eksekutif Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) Rahmat Sandi Iqbal, SH, serta sejumlah warga dari beberapa RT di Kelurahan Karang Anyar.

Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan berbagai keluhan mengenai debu batubara yang dinilai mengganggu aktivitas, kenyamanan, serta kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Warga berharap persoalan tersebut tidak hanya sebatas menjadi bahan pembahasan, tetapi segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret dari pihak perusahaan.

Ketua PST Dian HS mengatakan, kedatangan perwakilan PT BA menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini mereka rasakan.

Menurut Dian, persoalan debu batubara perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan dengan kenyamanan lingkungan dan kesehatan warga.

“Kami berharap dengan kedatangan pihak PT BA ini dapat memberikan solusi melalui tindakan nyata.

Karena persoalan ini menyangkut lingkungan dan kesehatan warga, sehingga jangan sampai berlarut-larut tanpa ada penyelesaian,” ujar Dian HS saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).

Dian menambahkan, masyarakat pada prinsipnya terbuka untuk berdialog dan mencari solusi bersama perusahaan. Namun, komunikasi tersebut diharapkan diikuti dengan langkah nyata dan pengawasan secara berkelanjutan.

Ia juga mengapresiasi kesediaan pihak PTBA turun langsung menemui warga dan mendengarkan keluhan masyarakat.

“Kami mengapresiasi pihak PTBA yang sudah datang langsung mendengarkan keluhan warga.

Selanjutnya kami berharap ada tindak lanjut yang jelas, sehingga masyarakat bisa merasakan adanya solusi dari persoalan ini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif SIRA Rahmat Sandi Iqbal menilai komunikasi terbuka antara perusahaan dan masyarakat harus terus dibangun.

Menurutnya, setiap keluhan yang disampaikan warga perlu dibahas secara bersama-sama agar dapat ditemukan solusi yang terbaik dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Warga juga berharap PT BA melakukan evaluasi terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan debu batubara serta mengambil langkah konkret untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan permukiman.

Selain persoalan pengendalian debu, dalam pertemuan tersebut juga muncul sejumlah usulan bentuk perhatian perusahaan kepada masyarakat, di antaranya kompensasi, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta pemberdayaan ekonomi warga melalui pengembangan UMKM.

Dialog antara perwakilan perusahaan dan masyarakat tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih intensif sekaligus mencari solusi terhadap persoalan polusi debu batubara di Kelurahan Karang Anyar.

Warga berharap tindak lanjut dari pertemuan tersebut dapat segera direalisasikan, sehingga kondisi lingkungan, kenyamanan, dan kesehatan masyarakat dapat lebih terjaga. (HSP)