DaerahOKI

Si Jago Merah Mengamuk Satu Rumah dan Toko Ludes Terbakar

3
×

Si Jago Merah Mengamuk Satu Rumah dan Toko Ludes Terbakar

Sebarkan artikel ini

OKI, SUMSELJARRAKPOS– Kebakaran hebat menghanguskan sejumlah bangunan usaha dan rumah warga di Jalan Merdeka, RT 1 LK 1, Kelurahan Cintaraja, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (26/8/2026) pagi.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 07.45 WIB itu berlangsung di kawasan padat penduduk, tak jauh dari Mushola Amanah yang kondisinya disebut telah lama terbengkalai.

Sejumlah bangunan terdampak di antaranya Toko Mas Permata Halim, Warung Makan Pak Wahab, Warung Pempek Mang Mad, salon, gudang bahan bangunan, tempat usaha serta rumah warga lainnya.

Besarnya kobaran api membuat warga sekitar panik. Kepulan asap tebal terlihat membumbung dari kawasan tersebut, sementara warga bersama petugas berjibaku berupaya mengendalikan api agar tidak merembet ke bangunan lain.

Tim gabungan yang dikerahkan melibatkan personel dan armada Damkar OKI, BPBD OKI, Manggala Agni serta kepolisian.

Kasat Pol PP dan Damkar OKI, Hilwen, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan seluruh personel dan armada yang tersedia dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

“Dengan segenap kemampuan dan ketersediaan armada Damkar yang ada, kita padamkan api agar tidak merambat ke bangunan lain,” ujar Hilwen di lokasi kejadian.

Menurutnya, proses pemadaman juga mendapat dukungan warga sekitar, BPBD OKI, Manggala Agni dan kepolisian.

Berkat upaya bersama tersebut, api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat ke deretan bangunan di seberang lokasi kebakaran.

Namun, sejumlah bangunan yang berada di titik utama kebakaran terlanjur dilalap api.

Hilwen menyebut penyebab kebakaran belum diketahui. Penyelidikan mengenai sumber api, kata dia, menjadi kewenangan pihak kepolisian.

Sementara untuk kerugian, pihaknya memperkirakan mencapai miliaran rupiah, mengingat banyak bangunan yang terbakar menggunakan material kayu dan merupakan bangunan lama.

“Kalau kerugian, taksirannya miliaran rupiah. Apalagi bangunan tersebut kebanyakan masih menggunakan bahan kayu lama,” katanya.

Armada Damkar Jadi Sorotan

Tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut patut disyukuri. Namun, kebakaran besar di jantung Kota Kayuagung ini sekaligus memunculkan sorotan terhadap kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di Kabupaten OKI.

Sejumlah warga berharap Pemkab OKI bersama DPRD OKI mengevaluasi kekuatan armada Damkar, termasuk menambah kendaraan pemadam serta melengkapi alat pelindung diri (APD) bagi personel.

Warga menilai kebutuhan tersebut semakin mendesak mengingat kawasan perkotaan Kayuagung memiliki tingkat kepadatan bangunan yang cukup tinggi.

Kecepatan respons dan dukungan peralatan menjadi faktor penting untuk mencegah api membesar dan merembet ke bangunan lain.

Keluhan juga disampaikan warga terkait kondisi peralatan di lapangan. Mereka menyebut aliran air pada selang pemadam sempat mengalami kendala dan terdapat selang yang kondisinya sudah tidak optimal.

Padahal, lokasi kebakaran berada tidak jauh dari Sungai Komering yang menjadi salah satu sumber air di kawasan Kayuagung.

Amir, salah seorang warga yang berada di lokasi, mengatakan pihaknya memahami keterbatasan petugas Damkar yang bekerja dalam kondisi darurat.

“Kami yakin pihak Damkar OKI bekerja optimal. Namun, kami berharap kepada Pemkab OKI dan DPRD OKI, dengan adanya kejadian ini, armada Damkar bisa segera ditambah,” harap Amir.

Menurutnya, tambahan armada dan peralatan yang memadai diperlukan agar penanganan kebakaran di masa mendatang dapat dilakukan lebih cepat dan maksimal.

“Kalau terjadi kejadian serupa, pemadaman bisa lebih optimal dan api dapat segera dipadamkan. Sebab, armada Damkar di lapangan sepertinya sudah kurang layak pakai,” katanya.

Kebakaran ini pun menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah. Bukan hanya soal penanganan api, tetapi juga seberapa siap sistem proteksi kebakaran menghadapi kondisi darurat di pusat kota yang dipenuhi bangunan dan aktivitas masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. **