BANYUASIN, SUMSEL JARRAKPOS.COM – Upaya pembinaan kepribadian warga binaan terus digencarkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin. Salah satunya melalui kegiatan tausyiah keagamaan yang digelar di Masjid Nurul Hidayah Lapas Banyuasin, Senin (26/1/2026).
Sebanyak 150 warga binaan tampak khusyuk mengikuti tausyiah yang menghadirkan Ustadz Khoirul dari Pondok Pesantren Al-Fattah Betung. Dalam ceramahnya, Ustadz Khoirul mengangkat tema “Sholat Kunci Hidup Bahagia” yang menekankan pentingnya sholat sebagai fondasi utama dalam membangun ketenangan jiwa dan perubahan perilaku.
“Sholat bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan rohani. Jika dikerjakan dengan kesadaran dan keikhlasan, sholat akan menuntun hidup menjadi lebih tenang dan terarah,”ujar Ustadz Khoirul di hadapan para warga binaan.
Ia menegaskan, sholat memiliki peran besar dalam membentuk kedisiplinan, introspeksi diri, serta akhlak yang mulia. Menurutnya, kebahagiaan sejati tidak ditentukan oleh keadaan, melainkan oleh kedekatan seseorang dengan Allah SWT.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu pilar utama dalam proses pemasyarakatan. Ia menilai pembinaan spiritual berperan strategis dalam membentuk karakter dan kesadaran warga binaan.
“Kami berharap tausyiah ini dapat memperkuat iman dan ketakwaan warga binaan, khususnya dengan menjadikan sholat sebagai pondasi untuk memperbaiki diri,” kata Tetra.
Menurutnya, pembinaan keagamaan tidak hanya bertujuan membentuk kepatuhan beribadah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral agar warga binaan siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Kegiatan tausyiah tersebut merupakan bagian dari program pembinaan rutin Lapas Kelas IIA Banyuasin yang sejalan dengan semangat pemasyarakatan hormonis dan berkelanjutan. Diharapkan, pembinaan spiritual ini mampu memberi makna selama masa pidana serta menjadi bekal positif setelah warga binaan bebas nantinya. (WT)













