Nasional

Presiden GANN Raden Dewi Gumay: Indonesia Masih Darurat Narkoba, Saatnya Bersatu Perangi Narkoba

30
×

Presiden GANN Raden Dewi Gumay: Indonesia Masih Darurat Narkoba, Saatnya Bersatu Perangi Narkoba

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, SUMSELJARRAKPOS– Presiden Gerakan Anti Narkoba Nusantara (GANN) Indonesia, Raden Dewi Gumay, menegaskan bahwa Indonesia masih berada dalam kondisi darurat narkoba.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi dalam memerangi penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Ajakan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026. Perempuan yang akrab disapa Degum itu menilai, peringatan HANI tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi harus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mendukung Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Selamat Hari Anti Narkotika Internasional 2026. Mari kita bersama-sama mengatakan Say No to Drugs. Seluruh masyarakat Indonesia harus memperkuat upaya P4GN hingga ke seluruh pelosok Nusantara,” ujar Degum dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, perang melawan narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum. Pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga keluarga memiliki tanggung jawab yang sama dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika.

Degum mengungkapkan, dalam berbagai kegiatan sosialisasi yang dilakukan GANN di sekolah-sekolah maupun lingkungan masyarakat, termasuk di wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pihaknya masih menemukan perlunya peningkatan edukasi mengenai bahaya narkoba, khususnya di kalangan pelajar dan remaja.

“Kalau kita lengah, narkoba akan terus merusak generasi penerus bangsa. Karena itu, pencegahan harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak Presiden Prabowo Subianto, pimpinan DPR RI, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam memberantas peredaran narkotika.

Menurut Degum, GANN siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas pelaksanaan program P4GN guna menyelamatkan generasi muda Indonesia dari ancaman narkoba.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, pada 8 Juli 2026, Degum bersama jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GANN, di antaranya Budiantoni dan Ir. Ronny Hervan, melakukan audiensi dengan BNN RI.

Rombongan diterima Direktur Urusan Peran Serta Masyarakat BNN, Yuki R., beserta jajaran untuk membahas penguatan kolaborasi antara BNN dan para pegiat anti narkoba dalam memperluas implementasi program P4GN di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Degum turut mengapresiasi keberhasilan BNN bersama aparat penegak hukum mengungkap penyelundupan narkotika berskala besar di Gresik, Jawa Timur.

Berdasarkan data rilis BNN, aparat berhasil mengamankan barang bukti narkotika dengan total berat sekitar 3,37 ton bruto. Barang bukti tersebut terdiri dari 500 koper yang berisi sekitar 1,605 ton narkotika serta 80 bal kardus lateks yang memuat sekitar 1,766 ton narkotika. Total keseluruhan barang bukti mencapai sekitar 3.371.400 gram atau sekitar 3,37 ton bruto.

“Keberhasilan ini patut diapresiasi. Namun, di sisi lain, pengungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia masih berada dalam kondisi darurat narkoba.

Upaya pemberantasan harus diiringi penguatan pencegahan melalui edukasi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Degum juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya anggota Kepolisian Republik Indonesia saat menjalankan tugas dalam operasi pemberantasan narkotika di wilayah Kalimantan.

Menurutnya, pengorbanan aparat menjadi bukti bahwa perang melawan narkoba memiliki risiko yang sangat besar.

“Kami mendoakan para anggota Polri yang gugur dalam tugas mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Degum mengajak tokoh masyarakat, kalangan seniman, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjadi bagian dari gerakan melawan narkoba.

GANN juga akan memberikan apresiasi kepada para tokoh yang konsisten mendukung upaya pemberantasan narkoba sebagai Duta Anti Narkoba.

“Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab kita bersama. Mari bersatu mewujudkan Indonesia Bersinar, Bersih Tanpa Narkoba. Say No to Drugs dan War on Drugs for Humanity,” pungkasnya. ***