PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS — Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Palembang, Ayu Nur Suri, SE., MM, menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas musibah gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya kawasan Flores dan sekitarnya yang terjadi beberapa waktu lalu.
Ayu mengatakan, bencana yang menimpa masyarakat NTT merupakan duka bersama seluruh rakyat Indonesia.
Ia mengajak kader, simpatisan, dan masyarakat Kota Palembang untuk menunjukkan kepedulian melalui semangat gotong royong.
“Duka NTT adalah duka kita bersama. Ketika saudara-saudara kita di sana mengalami musibah, kita tidak boleh hanya melihat dari jauh.
Kita harus hadir dengan kepedulian dan semangat gotong royong,” ujar Ayu dalam keterangannya, pada Senin (17/8/2026).
Menurutnya, gempa bumi tidak hanya menimbulkan kerusakan terhadap rumah warga dan fasilitas umum, tetapi juga memaksa masyarakat terdampak meninggalkan tempat tinggal dan menjalani kehidupan dalam kondisi darurat.
Karena itu, kata Ayu, perhatian terhadap kebutuhan dasar para korban menjadi hal yang penting.
Bantuan berupa bahan pangan, air bersih, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, serta kebutuhan sehari-hari diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita bisa membantu meringankan beban mereka.
Bantuan mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi masyarakat yang sedang berada di pengungsian, bantuan tersebut tentu sangat berarti,” katanya.
Ayu menegaskan, nilai gotong royong merupakan bagian penting dari semangat perjuangan PDI Perjuangan.
Menurut dia, kader partai harus mampu menerjemahkan nilai tersebut dalam tindakan nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi bencana dan kesulitan.
Ia pun mendorong jajaran pengurus, kader, dan simpatisan PDI Perjuangan di Kota Palembang untuk bersama-sama menggalang kepedulian bagi masyarakat NTT.
“Mari kita bergotong royong sesuai kemampuan masing-masing. Tidak harus menunggu bantuan dalam jumlah besar.
Kepedulian yang dilakukan bersama-sama akan menjadi kekuatan besar bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” tutur Ayu.
Selain menggalang bantuan, Ayu juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban dan keluarga yang terdampak.
Ia berharap seluruh masyarakat yang berada di wilayah bencana diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi situasi tersebut.
“Kami mendoakan seluruh korban dan keluarga yang terdampak agar diberikan ketabahan. Semoga proses penanganan bencana berjalan dengan cepat dan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak dapat segera terpenuhi,” ujarnya.
Ayu juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, relawan, petugas kemanusiaan, serta seluruh elemen masyarakat yang telah bergerak membantu penanganan bencana di NTT.
Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga, sementara masyarakat dapat mengambil bagian melalui berbagai bentuk solidaritas dan bantuan kemanusiaan.
“Indonesia adalah satu keluarga besar. Ketika ada saudara kita yang terkena musibah, rasa kemanusiaan harus menggerakkan kita untuk saling membantu. Inilah makna gotong royong yang harus terus kita hidupkan,” kata Ayu.
Ia berharap kondisi di wilayah terdampak dapat segera pulih dan masyarakat NTT dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Semoga saudara-saudara kita di NTT diberikan kekuatan, keselamatan, dan harapan.
Kami di Palembang turut merasakan duka tersebut dan akan terus mendorong semangat kepedulian serta gotong royong untuk membantu sesama,” pungkasnya.***














