Palembang

Pemkot Palembang Gandeng Basarnas, Siapkan Pelatihan Penyelamatan untuk Warga

8
×

Pemkot Palembang Gandeng Basarnas, Siapkan Pelatihan Penyelamatan untuk Warga

Sebarkan artikel ini

 

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, Pemerintah Kota Palembang memperkuat sistem perlindungan masyarakat melalui kolaborasi strategis dengan Palembang. Sinergi ini difokuskan pada peningkatan kapasitas warga dalam menghadapi situasi darurat, khususnya di wilayah rawan kecelakaan perairan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Wali Kota Palembang, , dan Kepala Kantor SAR Palembang, , di rumah dinas wali kota pada Rabu, 22 April 2026.

Ratu Dewa menegaskan, kerja sama ini tidak berhenti pada koordinasi antar-lembaga, tetapi diarahkan pada program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pemkot Palembang siap bersinergi penuh dengan Basarnas untuk menghadirkan program yang memberi rasa aman bagi warga. Kehadiran pemerintah dan Basarnas harus benar-benar dirasakan manfaatnya di lapangan,” ujarnya.

Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembentukan satuan tugas (satgas) siaga bencana di tingkat kelurahan. Satgas ini akan menjadi garda terdepan dalam deteksi dini serta respons cepat terhadap potensi kondisi darurat.

“Kita akan bentuk satgas di setiap kelurahan. Mereka akan dibekali pelatihan penyelamatan dasar, sehingga mampu melakukan langkah awal penanganan sebelum tim profesional tiba,” kata Ratu Dewa.

Program pelatihan tersebut mencakup teknik evakuasi dasar, pertolongan pertama, hingga penanganan kecelakaan air—yang selama ini menjadi salah satu risiko dominan di .

Dengan pendekatan berbasis edukasi dan pemberdayaan, pemerintah kota optimistis kualitas layanan keselamatan publik dapat meningkat, sekaligus menumbuhkan budaya sadar risiko di tengah masyarakat.

Sementara itu, Raymond Constantine menyambut baik inisiatif tersebut dan mengapresiasi keterlibatan aktif Pemkot Palembang dalam berbagai operasi SAR.

“Kami melihat potensi besar dari kerja sama ini, terutama dalam pelatihan dan edukasi. Jika masyarakat dibekali pengetahuan yang tepat, risiko fatalitas dalam setiap kejadian darurat dapat ditekan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hingga kini kecelakaan di perairan—terutama kasus orang tenggelam di —masih menjadi operasi yang paling sering ditangani Basarnas.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pengawasan, khususnya terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai. “Peran orang tua sangat krusial. Selain itu, masyarakat perlu memahami langkah-langkah keselamatan sederhana yang bisa dilakukan secara mandiri,” katanya.

Raymond juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan alat keselamatan sederhana sebagai langkah mitigasi awal. Jika tidak tersedia pelampung standar, warga dapat menggunakan alternatif seperti jerigen kosong yang tertutup rapat sebagai pelampung darurat.

Melalui kolaborasi ini, Pemkot Palembang dan Basarnas berharap dapat menekan angka kecelakaan, khususnya di wilayah perairan, sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya prosedur keselamatan dalam kehidupan sehari-hari. (**)