DaerahBanyuasin

LP3 Luncurkan Gerakan Tumpang Sari Jagung di Banyuasin, Optimalkan Lahan dan Tingkatkan Pendapatan Petani

12
×

LP3 Luncurkan Gerakan Tumpang Sari Jagung di Banyuasin, Optimalkan Lahan dan Tingkatkan Pendapatan Petani

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN, SUMSELJARRAKPOS — Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Perkebunan (LP3) resmi meluncurkan Gerakan Tumpang Sari Jagung di kawasan perkebunan kelapa, tepatnya di Desa Muara Sungsang, Kabupaten Banyuasin.

Program ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Peluncuran tersebut menandai komitmen LP3 dalam menghadirkan inovasi pertanian berbasis produktivitas melalui sistem tumpang sari, yakni penanaman jagung di sela tanaman kelapa.

Metode ini dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi tanpa mengganggu tanaman utama.

Direktur LP3, Muhammad Asri, SH, dalam sambutannya menegaskan bahwa konsep tumpang sari jagung merupakan solusi konkret bagi pengembangan perkebunan kelapa di Banyuasin. Menurutnya, masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Program ini sangat potensial diterapkan. Selain meningkatkan produktivitas lahan, juga mampu menambah pendapatan dan memperkuat ekonomi petani,” ujar Asri dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).

Kegiatan launching ini turut dihadiri Anggota DPRD Sumatera Selatan, M. Syarif Hidayatullah Askolani Putra, yang menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut.

Ia menilai kolaborasi antara lembaga, pemerintah, dan legislatif menjadi kunci keberhasilan pengembangan sektor pertanian berbasis masyarakat.

“Kami siap mendukung melalui fasilitasi program, pendampingan, hingga akses bantuan pertanian agar program ini berjalan berkelanjutan,” katanya.

 

Sementara itu, Anggota DPRD Banyuasin, Arisa Lahari, menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan bagi petani.

 

Menurutnya, peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dan penyebaran informasi akan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat perkebunan.

“Petani perlu dibekali pengetahuan yang tepat agar mampu meningkatkan produksi dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik,” jelasnya.

Perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Rahmat Febri H, juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penguatan pelatihan serta pengembangan program ke depan.

Melalui Gerakan Tumpang Sari Jagung ini, LP3 berharap tercipta model pengelolaan perkebunan yang lebih produktif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap kebutuhan ekonomi masyarakat.

Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan serta mendorong transformasi menuju pertanian modern yang berdaya saing. ***