Hukum & Kriminal

Kematian Pria di Banyuasin: Ditemukan di Kebun Sawit,PT MAR Tubuh Penuh Luka

34
×

Kematian Pria di Banyuasin: Ditemukan di Kebun Sawit,PT MAR Tubuh Penuh Luka

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN, SUMSELJARRAKPOS – Kematian Yahya Adhon (27), pria yang sempat dilaporkan hilang selama tiga hari, menyisakan tanda tanya besar. Ia ditemukan tak bernyawa di area perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, dengan kondisi tubuh yang memicu kecurigaan keluarga.

Korban diketahui merupakan warga Jalan Sungai Rengit, Kelurahan Air Batu/Air Baru, Kecamatan Talang Kelapa. Ia terakhir terlihat pada Senin (9/2) sore saat berjalan ke arah jalan lintas dan tidak kembali ke rumah.

Pencarian keluarga berakhir pada Rabu (11/2) sore setelah mereka menerima kabar Yahya ditemukan di wilayah Pulau Rimau. Namun, saat informasi itu diterima, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Setibanya di Masjid Nurul Huda, Desa Sumber, jenazah korban sudah berada di dalam keranda. Keluarga menyebut kondisi jenazah saat itu tertutup dan dijaga oleh dua pria tak dikenal.

Kecurigaan mulai muncul saat jenazah dibawa pulang dan dimandikan. Pihak keluarga menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, mulai dari lebam di bagian perut dan punggung, luka lecet di paha, hingga dugaan patah pada siku kiri dan luka menganga di betis kanan.

“Lukanya banyak, tidak wajar. Kami menduga ada kekerasan,” ujar pihak keluarga.

Tak hanya itu, keluarga juga menyoroti adanya foto-foto yang beredar, memperlihatkan korban berada di area kebun sawit milik PT MAR. Dalam foto tersebut, korban tampak dikelilingi sejumlah pria dan dalam kondisi masih hidup.

Pihak keluarga mempertanyakan prosedur penanganan korban. Mereka menilai, semestinya korban dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan medis sebelum dinyatakan meninggal dunia dan dimakamkan.

Atas sejumlah kejanggalan itu, keluarga resmi melaporkan kasus tersebut ke Polda Sumatera Selatan dengan dugaan penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

Tim kuasa hukum dari LBH Bima Sakti menilai kematian korban tidak wajar dan mendesak aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk menelusuri pihak-pihak yang terakhir bersama korban.

Sementara itu, Kapolsek Pulau Rimau, IPTU Yusri Meryansyah, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

“Korban ditemukan tergeletak di kebun sawit dekat PT MAR dan sudah dijemput pihak keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, dugaan sementara korban meninggal akibat kelelahan setelah berjalan jauh. Meski demikian, polisi menyatakan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian korban.

Kasus ini kini menjadi perhatian, seiring desakan keluarga agar kematian Yahya diusut tuntas dan transparan. **