PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS – Insiden bentrokan antar kelompok pemuda terjadi di kawasan Palembang Square (PS) Mall, Selasa (6/1/2026)
Peristiwa tersebut sempat menghebohkan masyarakat setelah rekamannya beredar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah pria terlibat aksi kejar-kejaran di sekitar lokasi kejadian. Akibat insiden tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Menurut keterangan saksi mata yang berada di lokasi mengatakan bentrokan bermula di sekitar kawasan Hotel Aryaduta Palembang sebelum berlanjut ke depan PS Mall.
“Awalnya terjadi di depan Hotel Aryaduta, kemudian berpindah ke depan PS Mall. Dari kejadian itu, satu orang mengalami luka,” ujarnya
Kapolsek Ilir Barat (IB) I Palembang, Kompol Rian Suhendi, membenarkan adanya insiden bentrokan tersebut. Namun, saat petugas kepolisian tiba di tempat kejadian perkara (TKP), kedua kelompok sudah membubarkan diri.
“Benar, telah terjadi bentrokan antar kelompok pemuda. Saat anggota kami datang, situasi sudah dalam keadaan kondusif,” kata Rian.
Ia menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui latar belakang dan penyebab terjadinya bentrokan tersebut, termasuk asal kelompok yang terlibat.
“Kami masih mendalami peristiwa ini dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi,” ujarnya.
Dari lokasi kejadian, polisi menerima dua bilah senjata tajam yang diserahkan oleh petugas keamanan PS Mall Palembang.
“Barang bukti berupa dua bilah senjata tajam kami terima dari pihak keamanan,” jelas Rian.
Akibat insiden tersebut, satu orang korban mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit AK. Gani Palembang.
Berdasarkan hasil penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi, jumlah orang yang terlibat dalam bentrokan tersebut diperkirakan lebih dari sepuluh orang.
“Hasil rekaman CCTV menunjukkan jumlahnya lebih dari sepuluh orang,” tambahnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian mengaku belum menerima laporan resmi terkait insiden tersebut. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan guna mengungkap kronologi dan pihak-pihak yang terlibat.
“Belum ada laporan resmi yang masuk. Kami tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutup Rian. (*)










