Polri

Kapolrestabes Palembang Turun Langsung ke Tengah Massa, Aksi Mahasiswa di Kantor Gubernur Sumsel Berakhir Damai

11
×

Kapolrestabes Palembang Turun Langsung ke Tengah Massa, Aksi Mahasiswa di Kantor Gubernur Sumsel Berakhir Damai

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, – Ada yang berbeda dalam pengamanan aksi mahasiswa di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Selasa (6/10/2026).

Di tengah situasi aksi yang sempat memanas, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., justru turun langsung ke tengah-tengah mahasiswa.

Bukan untuk berhadap-hadapan. Bukan pula untuk menunjukkan kekuatan aparat.

Sonny memilih mendekati mahasiswa, menyapa, mendengarkan aspirasi, serta membangun komunikasi secara langsung dengan massa aksi.

Bahkan, dalam suasana yang cukup panas tersebut, Kapolrestabes Palembang turut membagikan jus jeruk kepada mahasiswa.

Langkah sederhana itu menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam aksi tersebut.

Pendekatan yang dilakukan Sonny menunjukkan bahwa pengamanan demonstrasi tidak selalu harus dilakukan dengan pendekatan represif. Komunikasi dan sentuhan kemanusiaan juga dapat menjadi cara untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Dengan berada langsung di tengah mahasiswa, Sonny seolah ingin menunjukkan bahwa aparat kepolisian hadir bukan sebagai lawan dari massa aksi.

Mahasiswa menyampaikan aspirasi, sementara polisi bertugas memastikan penyampaian aspirasi tersebut tetap berlangsung aman dan tertib.

Aksi boleh panas, tetapi kepala jangan ikut panas. Aspirasi boleh keras, tetapi kemanusiaan jangan sampai lepas.

Sikap tersebut membuat suasana aksi yang sebelumnya penuh ketegangan perlahan mencair.

Tidak ada bentrokan.

Tidak ada adu kekuatan.

Tidak ada kericuhan yang berujung pada korban.

Aspirasi tetap disampaikan dan pengamanan tetap berjalan.

Bagi Sonny, komunikasi menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan selama berlangsungnya aksi unjuk rasa. Ketika aparat dan mahasiswa dapat saling berkomunikasi, potensi gesekan dapat ditekan.

Momen ketika Kapolrestabes Palembang membagikan jus jeruk pun menjadi gambaran sederhana bahwa pendekatan manusiawi dapat hadir bahkan di tengah situasi demonstrasi yang penuh tekanan.

Segelas jus mungkin terlihat sederhana.

Namun dalam suasana aksi, tindakan tersebut menyampaikan pesan bahwa polisi dan mahasiswa tidak harus ditempatkan sebagai dua pihak yang saling berhadapan.

Polisi bukan lawan. Mahasiswa bukan musuh.

Keduanya dapat berada dalam satu ruang dengan tetap menjalankan perannya masing-masing.

Aksi pun akhirnya berakhir damai.

Tidak ada bentrok, tidak ada adu kuat.

Yang tersisa adalah aspirasi yang telah disampaikan, komunikasi yang tetap terjaga, serta pengamanan yang berjalan tanpa harus mengorbankan sisi kemanusiaan.

Karena keberhasilan pengamanan bukan ketika massa berhasil ditundukkan, tetapi ketika aspirasi dapat disampaikan tanpa ada pihak yang terluka. (*)