Polri

Wali Murid Resah Isu Tawuran Besar Pelajar SMKN 2 Palembang, Polisi Siapkan Pengamanan

95
×

Wali Murid Resah Isu Tawuran Besar Pelajar SMKN 2 Palembang, Polisi Siapkan Pengamanan

Sebarkan artikel ini

 

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, Aksi kejar-kejaran sejumlah sepeda motor hingga dugaan penganiayaan antarpelajar membuat resah sejumlah wali murid SMKN 2 Palembang. Kekhawatiran semakin meningkat setelah beredar informasi mengenai dugaan rencana tawuran besar-besaran yang disebut akan terjadi pada Senin (17/8/2026), seusai upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Informasi tersebut beredar di sejumlah grup wali murid sekolah. Salah seorang wali murid mengaku mendapatkan informasi bahwa para pelajar SMK akan melakukan tawuran setelah pelaksanaan upacara.

Kabar tersebut mencuat setelah sebelumnya terjadi aksi kejar-kejaran sejumlah sepeda motor yang diduga melibatkan pelajar, serta dugaan penganiayaan antar pelajar.

Peristiwa tersebut diduga terjadi di Jalan Mesuji 1, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 12.09 WIB. Lokasi kejadian disebut berada tepat di seberang SMKN 2 Palembang.

Menanggapi keresahan tersebut, media ini kemudian mengonfirmasi langsung kepada Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H.

Kapolrestabes Palembang memastikan pihak kepolisian telah melakukan langkah mitigasi dan pencegahan untuk mengantisipasi terjadinya tawuran pelajar.

“Sudah dilakukan upaya mitigasi dan pencegahan,” kata Sonny melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, hingga petugas keamanan sekolah.

“Sudah koordinasi dengan semua pihak untuk mencegah terjadinya tawuran dan melaksanakan pengamanan di sekolah-sekolah besok,” ujarnya.

Koordinasi tersebut juga melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk bersama-sama melakukan langkah pencegahan serta menjaga situasi keamanan di lingkungan sekolah.

Sonny menegaskan, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran sekolah, orang tua, guru, serta seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk memastikan para pelajar tidak terlibat dalam aksi kekerasan.

Ia juga mengimbau para pelajar agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan tawuran, baik secara langsung maupun melalui media sosial dan grup percakapan.

“Untuk para pelajar, jangan ikut-ikutan tawuran. Jangan mudah terprovokasi. Jaga diri, jaga nama baik sekolah dan keluarga. Kalau ada ajakan tawuran, segera sampaikan kepada guru, orang tua atau pihak kepolisian,” imbaunya.

Kapolrestabes juga mengingatkan para pelajar agar mengisi momentum HUT ke-81 RI dengan kegiatan positif, bukan dengan aksi kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Jangan sampai momentum kemerdekaan justru diisi dengan tawuran. Mari kita rayakan dengan kegiatan yang positif dan tetap menjaga keamanan serta ketertiban,” tegasnya.

Dengan langkah koordinasi lintas pihak tersebut, kepolisian berharap potensi tawuran dapat dicegah sejak dini sehingga pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI dan aktivitas masyarakat di Kota Palembang dapat berlangsung aman dan kondusif. (WNA)