Polri

Polrestabes Jamin Keamanan Siswa Pasca Tawuran Hari Jum’at

65
×

Polrestabes Jamin Keamanan Siswa Pasca Tawuran Hari Jum’at

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, Isu rencana tawuran pelajar setelah upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi perhatian serius Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang. Polisi menyiapkan langkah pencegahan untuk memastikan keamanan dan keselamatan para siswa.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan mengatakan, kepolisian telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan untuk mencegah aksi tawuran maupun aksi balas dendam antar pelajar.

Menurut Sonny, pencegahan dilakukan antara lain melalui imbauan serta surat edaran kepada sekolah agar siswa tidak terlibat tawuran. Sekolah juga diminta memberikan sanksi tegas terhadap siswa yang terbukti terlibat.

“Sudah kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan untuk memberikan imbauan dan melakukan pencegahan. Ada aturan melalui surat edaran agar tidak melakukan tawuran maupun balas dendam,” kata Sonny. Minggu (16/8/2026).

Ia menegaskan, keterlibatan siswa dalam tawuran dapat berujung pada sanksi dari pihak sekolah, termasuk dikeluarkan dari sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.

Polrestabes Palembang juga meminta kepala sekolah, guru, satuan pengamanan sekolah, hingga orang tua dan wali murid meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa, terutama setelah pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI pada Senin (17/8/2026).

Selain pengawasan di lingkungan sekolah, polisi akan meningkatkan patroli dan pengamanan di sejumlah titik yang dianggap rawan. Upaya tersebut dilakukan bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, guru serta pihak sekolah.

“Kami melakukan pengamanan di sekolah-sekolah, patroli dan pengawasan bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa dan guru untuk mengawasi para siswa,” ujarnya.

Sejumlah sekolah juga disebut telah mengeluarkan imbauan kepada siswa untuk mengenakan pakaian batik setelah upacara. Langkah itu menjadi salah satu upaya agar siswa tidak mudah diidentifikasi berdasarkan asal sekolah ketika berada di luar lingkungan sekolah.

Sonny secara khusus meminta orang tua tidak membiarkan anak-anak mereka berkeliaran setelah upacara.

“Kami mengimbau seluruh wali murid, setelah kegiatan upacara HUT ke-81 RI, meminta putra-putrinya untuk langsung pulang ke rumah,” katanya.

Polrestabes Palembang menilai peran orang tua dan sekolah menjadi kunci dalam mencegah potensi tawuran. Pengawasan tidak hanya dilakukan ketika siswa berada di lingkungan sekolah, tetapi juga saat mereka meninggalkan lokasi upacara dan menuju rumah.

Langkah tersebut diambil untuk mencegah isu tawuran berkembang menjadi aksi kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan pelajar maupun masyarakat. (WNA)