PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS — Sejumlah warga RT 15 RW 09 Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, menyampaikan keluhan terkait keberadaan debu hitam yang mereka duga berasal dari aktivitas operasional PT WBS.
Keluhan tersebut disampaikan dalam pertemuan warga yang berlangsung di kediaman Ketua RT 15, Heni Sapturyati, pada Kamis (16/7/2026) malam.
Dalam forum itu, warga mengaku debu kerap masuk ke dalam rumah, terutama saat cuaca kering, sehingga dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan.
Menurut keterangan sejumlah warga, debu tersebut menempel di lantai, jendela, dinding, perabot rumah tangga hingga pakaian yang dijemur.
Kondisi itu, menurut mereka, membuat aktivitas membersihkan rumah harus dilakukan berulang kali.
“Hampir setiap hari kami harus menyapu dan mengepel rumah karena debu kembali masuk.
Lantai, meja, jendela, sampai pakaian yang dijemur sering dipenuhi debu.
Kami berharap ada solusi agar kondisi ini tidak terus berulang,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga tersebut juga mengaku khawatir apabila kondisi lingkungan tersebut berdampak terhadap kesehatan, khususnya anak-anak yang sering beraktivitas di sekitar permukiman.
Namun, kekhawatiran tersebut merupakan penilaian warga dan belum didukung hasil pemeriksaan medis maupun kajian ilmiah yang mengaitkannya dengan sumber tertentu.
Warga lainnya menyebut persoalan sudah lama terjadi apalagi saat musim kemarau debu diduga lebih mudah beterbangan hingga mencapai kawasan permukiman.
“Kalau malam debunya lebih terasa. Saat musim kemarau, lantai dan teras rumah cepat menghitam karena debu yang menempel,” kata seorang warga.
Ketua RT 15 Kelurahan Pulokerto, Heni Sapturyati, membenarkan adanya keluhan yang disampaikan warga.
“Apa yang disampaikan warga merupakan kondisi yang mereka rasakan di lingkungan RT 15.
Keluhan tersebut juga sudah lama disampaikan kepada saya sebagai Ketua RT,” ujarnya.
Heni berharap seluruh pihak dapat membangun komunikasi yang baik untuk mencari solusi atas keluhan masyarakat
“Harapan kami, persoalan ini dapat dibahas bersama sehingga masyarakat merasa nyaman dan aktivitas usaha tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,”pungkasnya
Turut hadir dalam rapat tersebut, Ketua RT 15 Pulokerto, Heni Sapturyati, Ketua Ikatan Solidaritas Warga Gandus (IKSOWDUS), Julianto, Kuasa hukum IKSOWDUS, Angga Saputra, SH., MH, dan puluhan warga setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari manajemen PT WBS terkait keluhan yang disampaikan warga.
Redaksi membuka ruang bagi PT WBS untuk menyampaikan hak jawab maupun klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.***













