Palembang

BAZNAS Palembang Buka Akses Bantuan Pendidikan bagi Siswa Kurang Mampu, Proses Verifikasi Maksimal Dua Bulan

78
×

BAZNAS Palembang Buka Akses Bantuan Pendidikan bagi Siswa Kurang Mampu, Proses Verifikasi Maksimal Dua Bulan

Sebarkan artikel ini

 

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Palembang terus memperkuat program bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu melalui program Palembang Cerdas. Program ini ditujukan untuk membantu anak-anak yang terancam mengalami hambatan pendidikan akibat keterbatasan ekonomi.

Ketua BAZNAS Kota Palembang, Kgs. M. Ridwan Nawawi, mengatakan, bantuan pendidikan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari pembelian seragam, sepatu, perlengkapan belajar, hingga penyelesaian tunggakan biaya pendidikan yang menghambat siswa melanjutkan sekolah.

“Selama ini kami sering menerima pengajuan dari orang tua atau wali siswa yang mengalami kesulitan ekonomi. Ada yang tidak mampu membeli seragam sekolah, sepatu, perlengkapan belajar, bahkan ada yang ijazahnya tertahan karena tunggakan biaya pendidikan. Kasus-kasus seperti ini yang kami bantu melalui Program Palembang Cerdas,” kata Ridwan.

Menurut dia, program tersebut merupakan bentuk dukungan BAZNAS terhadap upaya Pemerintah Kota Palembang dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat miskin. Bantuan juga pernah disalurkan secara langsung bersama Wali Kota Palembang kepada sejumlah siswa yang membutuhkan.

Ridwan menjelaskan, bantuan yang diberikan BAZNAS bersifat penyelesaian masalah atau problem solving, bukan beasiswa penuh yang diberikan sejak awal masa pendidikan.

“Kami bukan lembaga pemberi beasiswa dari awal hingga akhir. Ketika ada siswa yang mengalami kendala mendadak sehingga terancam putus sekolah, di situlah kami hadir untuk membantu menyelesaikan persoalan yang ada agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Selain siswa sekolah dasar hingga menengah, BAZNAS juga pernah membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau biaya semester. Namun bantuan tersebut diberikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan yang telah diverifikasi.

Program Palembang Cerdas, kata Ridwan, menjadi salah satu program prioritas karena pendidikan dinilai sebagai instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan, tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi.

“Kalau ingin meningkatkan kualitas SDM, maka pendidikan harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai ada anak yang berhenti sekolah hanya karena persoalan biaya,” katanya.

Meski demikian, Ridwan menegaskan tidak semua permohonan bantuan otomatis disetujui. Setiap pengajuan harus melalui proses administrasi dan verifikasi lapangan untuk memastikan calon penerima benar-benar memenuhi kriteria penerima zakat sesuai ketentuan syariat Islam.

“Semua masyarakat berhak mengajukan bantuan, tetapi tidak semua pengajuan pasti diterima. Kami harus memastikan bahwa penerima memang masuk kategori yang berhak menerima dana zakat, seperti fakir atau miskin. Karena dana yang kami salurkan merupakan amanah umat yang penggunaannya telah diatur secara jelas,” ujarnya.

Pemohon diwajibkan melengkapi sejumlah dokumen pendukung, termasuk surat keterangan tidak mampu dan berkas lain yang dibutuhkan. Setelah berkas diterima, BAZNAS akan melakukan survei dan verifikasi lapangan sebelum menetapkan kelayakan penerima bantuan.

Ridwan menyebut proses verifikasi hingga pencairan bantuan umumnya membutuhkan waktu paling lama dua bulan, tergantung kelengkapan dokumen dan hasil survei.

Ia mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan biaya pendidikan untuk tidak ragu mengajukan permohonan bantuan ke BAZNAS Kota Palembang di jalan kapten arivai.

“Silakan datang dan sampaikan kendala yang dihadapi. Pintu BAZNAS selalu terbuka. Jika masyarakat kesulitan melengkapi administrasi, kami juga sering berkoordinasi dengan ketua RT setempat agar proses pengajuan bisa dibantu. Yang penting masyarakat mau menyampaikan permasalahannya sehingga bisa kami carikan solusi,” kata Ridwan. (WNA)