PeristiwaOKI

Kronologi Kericuhan di PT BCP OKI: Dua Warga Terluka, Satu Tewas dan Fasilitas Perusahaan Dibakar

30
×

Kronologi Kericuhan di PT BCP OKI: Dua Warga Terluka, Satu Tewas dan Fasilitas Perusahaan Dibakar

Sebarkan artikel ini

OKI SUMSELJARRAKPOS – Kericuhan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Buluh Cawang Plantation (BCP), Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Selasa (23/6/2026) sore, berujung pada jatuhnya korban jiwa dan kerusakan fasilitas perusahaan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menerangkan dua orang yang diduga terkena tembakan dari peluru nyasar dan satu korban tewas terbakar tersebut merupakan warga Desa Tebing Suluh, Lempuing.

Keduanya yakni Zainal Abidin (50) warga terkena tembakan dibagian perut kiri, dan Mat Umar (43) terkena tembakan di bagian paha kiri.

‎”Keduanya dalam keadaan sadar dan dalam perawatan medis, satu di Klinik Sindang Sari Lempuing dan satu korban lainnya di klinik belakang Kantor PLN Tugu Mulyo Lempuing.”ujar Nandang.

Sementara satu korban jiwa bernama Ali (25) dilaporkan meninggal dunia saat kerusuhan berlangsung.

Berdasarkan informasi yang terima kepolisian, korban tewas diduga tersengat listrik dan terbakar saat massa bentrok melakukan aksi pembakaran mess PT BCP.

“Korban meninggal dunia saat aksi pembakaran. Saat ini  jenazah korban sudah dimakamkan pihak keluarga,”katanya

Tak hanya warga, dalam kericuhan  tersebut juga menyebabkan satu personel polisi alami luka ringan setelah sempat ditendang oleh pihak warga.

Menurut Nandang, insiden bermula saat aparat melakukan penyelidikan terkait dugaan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di areal perkebunan PT BCP.

Petugas saat itu mengamankan sejumlah kendaraan yang diduga terkait dengan aktivitas pencurian, yakni 11 unit sepeda motor dan satu unit mobil pikap.

Namun, ketika proses pengamanan berlangsung, massa dari Desa Tebing Suluh datang ke lokasi dan berupaya menghalangi tindakan yang dilakukan petugas.

“Sempat terjadi adu argumen antara warga dan aparat yang bertugas di lapangan.

Untuk meredam situasi, petugas kemudian melakukan negosiasi dengan masyarakat,”jelasnya

Setelah melalui proses mediasi, kendaraan yang sebelumnya diamankan akhirnya dikembalikan kepada warga.

Meski demikian, kondisi kembali memanas ketika sebagian massa diduga melakukan perusakan terhadap kendaraan patroli milik kepolisian.

“Kendaraan patroli jenis double cabin milik petugas mengalami kerusakan akibat aksi tersebut, sehingga kondisi di lokasi menjadi tidak terkendali,”ungkapnya

Di tengah situasi yang semakin tegang, terdengar suara letusan senjata api yang mengakibatkan dua warga mengalami luka tembak.

Insiden tersebut memicu kemarahan massa yang kemudian berujung pada aksi pembakaran mess karyawan PT Buluh Cawang Plantation (BCP).

Saat peristiwa pembakaran berlangsung, seorang warga bernama Ali diduga tersengat aliran listrik dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Nandang mengatakan pihak kepolisian telah memberikan perhatian kepada keluarga korban, termasuk mendatangi rumah duka dan memberikan santunan.

Meski sempat terjadi kericuhan, kondisi keamanan di kawasan PT BCP saat ini telah berangsur kondusif.

“Saat ini massa telah membubarkan diri dan personel masih disiagakan di Mapolsek Lempuing untuk mengantisipasi perkembangan situasi,” katanya.

Polda Sumsel juga masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti luka tembak yang dialami kedua warga serta rangkaian peristiwa yang terjadi saat bentrokan berlangsung. ***