Palembang

HUT Palembang ke-1.343, Ratu Dewa Buka Lomba Olahraga Tradisional KORMI: Bukan Soal Juara, tapi Merawat Budaya dan Kebersamaan ASN

12
×

HUT Palembang ke-1.343, Ratu Dewa Buka Lomba Olahraga Tradisional KORMI: Bukan Soal Juara, tapi Merawat Budaya dan Kebersamaan ASN

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, Di tengah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang ke-1.343, Pemerintah Kota Palembang bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Palembang menggelar perlombaan olahraga tradisional yang melibatkan ratusan aparatur sipil negara (ASN), Selasa (16/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Rumah Dinas Wali Kota Palembang itu dibuka langsung oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dan diikuti perwakilan dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta 18 kecamatan se-Kota Palembang.

Lima cabang permainan tradisional yang dipertandingkan meliputi panco, gebuk bantal, baliak, egrang, dan hadang-hadangan. Berbeda dengan kompetisi olahraga pada umumnya, kegiatan ini lebih menitikberatkan pada pelestarian budaya, penguatan silaturahmi, dan membangun kekompakan antarsesama ASN.

Ketua KORMI Kota Palembang, Zulfikar Muharrami, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengenalkan kembali olahraga masyarakat yang telah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

“Momentum HUT Kota Palembang kami manfaatkan untuk mensosialisasikan dan melestarikan olahraga masyarakat yang sudah ada sejak lama. Ini bukan semata-mata soal menang atau kalah, tetapi bagaimana olahraga tradisional tetap hidup dan dikenal generasi berikutnya,” kata Zulfikar.

Menurut dia, kegiatan serupa merupakan kali kedua diselenggarakan KORMI bersama Pemerintah Kota Palembang dengan melibatkan ASN sebagai peserta utama.

Zulfikar menegaskan bahwa hadiah bukan menjadi fokus utama dalam perlombaan tersebut. Sebab, peserta yang terlibat bukan atlet profesional, melainkan pegawai pemerintah yang berasal dari berbagai instansi.

“Konsepnya adalah permainan dan kebersamaan. Yang kami bangun adalah silaturahmi, kerja sama, dan kekompakan di lingkungan ASN Kota Palembang,” ujarnya.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengapresiasi inisiatif KORMI yang dinilainya mampu menghadirkan ruang interaksi yang sehat sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya lokal di tengah modernisasi.

Menurut Dewa, sebagai kota tertua di Indonesia, Palembang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan merawat warisan budaya, termasuk permainan tradisional yang mulai tergerus perkembangan zaman.

“Kegiatan ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan wadah mempererat kebersamaan dan kekompakan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Palembang. Saya mengajak seluruh peserta untuk menikmati pertandingan dan bersama-sama melestarikan budaya permainan tradisional,” katanya.

Selain menjadi bagian dari rangkaian HUT Kota Palembang, kegiatan tersebut juga menjadi langkah awal KORMI dalam mempersiapkan agenda olahraga masyarakat yang lebih besar pada tingkat provinsi.

Zulfikar mengungkapkan bahwa pada 8 Juli 2026 mendatang, KORMI Palembang akan melaksanakan musyawarah kepengurusan periode 2026–2030. Salah satu agenda penting yang akan dibahas adalah persiapan menghadapi ajang olahraga masyarakat tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Muara Enim.

“Kami akan menginstruksikan seluruh induk organisasi olahraga masyarakat untuk mulai melakukan seleksi dan pembinaan terhadap para pegiat olahraga yang nantinya akan mewakili Kota Palembang pada ajang tingkat provinsi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, pemerintah kota, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

“Semangat yang terlihat hari ini menunjukkan bahwa olahraga masyarakat masih memiliki tempat di hati warga Palembang. Ini modal penting untuk terus mengembangkan olahraga berbasis budaya dan kebersamaan,” kata Zulfikar. (WNA)