DaerahBanyuasin

Banyuasin, Lahan Pertanian Terluas, Siap Jadi Pusat Industri Pakan dari Limbah

50
×

Banyuasin, Lahan Pertanian Terluas, Siap Jadi Pusat Industri Pakan dari Limbah

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN, SUMSELJARRAKPOS – Muhammad Asri, SH, yang akrab disapa Asri Lambo, aktivis agraria dan lingkungan hidup, melihat peluang besar dari limbah pertanian di Banyuasin, Sumatera Selatan.

Menurutnya, kabupaten ini tidak hanya menjadi lumbung padi, tetapi juga memiliki perkebunan kelapa, sawit, dan sektor perikanan yang luas.

Semua potensi ini bisa diolah menjadi industri hilirisasi limbah terpadu terbesar di Indonesia.

“Kita punya limbah jerami padi hingga 500.000 ton per panen. Sabut kelapa sekitar 120.000 ton per panen. Belum lagi limbah ikan dan udang. Jumlahnya luar biasa,” ujar Asri.

Limbah-limbah ini, bila dikelola dengan tepat, bisa menjadi pakan ternak, pupuk organik, bahan mebel, bahkan energi terbarukan.

“Tantangannya hanya kesiapan SDM, teknologi mesin, dan sistem digital untuk mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Selama ini, limbah-limbah itu sering dibiarkan menumpuk dan mubazir,”katanya

Sebagai Tenaga Ahli Bupati Banyuasin, Asri menekankan, pengolahan limbah ini idealnya dilakukan oleh masyarakat dan pengusaha lokal, didukung modal yang cukup.

“Ini bukan hanya membuka sumber pendapatan baru, tapi juga dapat meningkatkan PAD Banyuasin sekaligus menjaga lingkungan,” tambahnya.

Pusat pengolahan limbah terpadu akan mengubah biomassa jerami, pelepah sawit, sabut kelapa, limbah perikanan, dan kotoran ternak menjadi produk bernilai ekonomi seperti kompos, biogas, dan energi terbarukan dengan prinsip 3R: Reduce, Reuse, Recycle.

Sambung Asri, Banyuasin bahkan bisa mencontoh Thailand, di mana jerami padi diolah menjadi kertas biodegradable, kemasan makanan, dan peralatan makan sebagai pengganti plastik.

“Limbah yang dulu dianggap sampah, kini bisa jadi sumber ekonomi dan ramah lingkungan,” kata Asri menutup pembicaraan.