PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, -Menjelang pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan, organisasi kedaerahan ini mulai merapat ke kalangan akademik. Ketua Umum PMPB Sumsel, M. Yusuf Malaya, melakukan audiensi dengan Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., di ruang pertemuan rektor, Kamis (12/2/2026).
Langkah ini menandai upaya PMPB membangun legitimasi gerakan berbasis intelektual, bukan semata aktivitas sosial komunitas.
Ketua Umum PMPB Sumsel, M. Yusuf Malaya, yang juga merupakan STC (Semabor Taekwondo Club) mengatakan, audiensi tersebut bukan sekadar silaturahmi menjelang pelantikan, melainkan bagian dari konsolidasi awal organisasi. Apalagi, kata dia, Rektor UIN Raden Fatah merupakan salah satu Dewan Pembina PMPB Sumsel.
“Kami menyadari banyak keterbatasan, baik secara personal maupun kelembagaan, untuk menjalankan program sebesar yang kami rencanakan. Karena itu kami butuh dukungan akademisi, para profesor, dan doktor untuk mengawal program-program yang muaranya untuk kepentingan masyarakat,” kata Yusuf Malaya.
Libatkan Akademisi, dari Budaya hingga Ekonomi
Menurut ketua umum PMPB Sumsel Yusuf Malaya, PMPB akan menggandeng kalangan kampus dalam sejumlah bidang strategis, mulai dari kebudayaan, sejarah, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat. Ia mengklaim sejumlah akademisi telah menyatakan kesediaan bergabung dalam tim-tim pendukung program.
“Jarang organisasi kemasyarakatan didampingi langsung para profesor dan akademisi. Ini yang membuat kami optimistis,” ujarnya.
Yusuf Malaya menyebut, salah satu pijakan ideologis gerakan PMPB adalah nilai-nilai kejayaan Sriwijaya. Dari sejarah itu, ia menangkap satu kata kunci: persatuan.
“Bukan kekuatan perorangan yang membuat Sriwijaya besar, tapi kemampuannya merangkai persatuan. Nilai itu yang ingin kami bawa dalam gerakan PMPB di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Ia menambahkan, arah gerakan organisasi ke depan akan menyentuh sektor ekonomi kerakyatan, penguatan budaya, pendidikan, hingga kegiatan keagamaan berbasis aksi sosial.

Program Sudah Jalan Meski Belum Dilantik
Di sisi lain, PMPB mulai membangun citra sebagai organisasi dengan kegiatan nyata sebelum struktur resmi dilantik. Yusuf menyebut, beberapa anggota telah diberangkatkan umrah melalui inisiatif internal organisasi, dan ke depan program serupa akan diperluas ke jajaran DPD di daerah.
Bagi PMPB, kegiatan tersebut diposisikan sebagai bagian dari upaya membangun solidaritas internal sekaligus penguatan spiritual anggota. Namun, langkah ini juga menjadi penanda bahwa organisasi tengah membangun basis loyalitas sebelum struktur formal sepenuhnya berjalan.
Kampus Tak Ingin Sekadar Jadi Simbol
Di tempat yang sama Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., menyambut audiensi tersebut dengan menekankan pentingnya kolaborasi kampus dan organisasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
“Hari ini teman-teman PMPB datang untuk audiensi dalam rangka mewujudkan Sumatera Selatan dan Palembang agar kembali memiliki branding kuat berbasis sejarahnya,” kata Adil.
Ia menilai visi PMPB yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama sejalan dengan peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan intelektual dan moral.
Namun Adil menegaskan, keterlibatan kampus bukan dalam pola hubungan satu arah.
“Kita tidak ingin modelnya ceramah. Yang kita bangun adalah forum diskusi bersama, membahas berbagai persoalan sesuai kebutuhan masyarakat. Kampus dan organisasi masyarakat harus duduk sejajar dalam dialog,” ujarnya.
UIN, kata dia, membuka ruang kajian dan diskusi eksekutif yang dapat melibatkan PMPB sebagai mitra. Pendekatan ini menunjukkan kampus ingin terlibat pada tataran gagasan dan perumusan solusi, bukan sekadar menjadi simbol dukungan.
Pelantikan Diharapkan Jadi Titik Konsolidasi
Pelantikan DPD PMPB Sumsel dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari mendatang.
Ketua umum PMPB Sumsel Yusuf Malaya berharap, momentum tersebut menjadi titik awal konsistensi gerakan, bukan sekadar seremoni organisasi.
“Kami ingin tetap konsisten menjalankan program yang sudah dirancang. Masyarakat harus merasakan kehadiran kami lewat aksi nyata,” katanya.
Sementara Adil berharap pelantikan berjalan lancar dan menjadi awal kolaborasi berkelanjutan.
“Kehadiran organisasi seperti PMPB diharapkan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat, bukan hanya pada level wacana,” ujarnya.(WNA)














