PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, – Perkumpulan Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan secara resmi melepas tim riset yang akan bertolak ke Tanah Suci Mekkah untuk menelusuri jejak keilmuan ulama besar asal Palembang, Kiai Marogan, Senin (20/7/2026).
Keberangkatan tim ini menjadi bagian dari komitmen PMPB Sumsel dalam melestarikan sejarah dan khazanah Islam di Sumatera Selatan. Riset akan dipimpin oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., bersama 10 dosen UIN Raden Fatah Palembang.
Ketua Umum PMPB Sumatera Selatan, M. Yusuf Malaya, mengatakan keberangkatan rombongan tahun ini memiliki makna yang istimewa karena mengemban dua misi sekaligus, yakni menjalankan ibadah umrah dan melakukan riset sejarah di Tanah Suci.
“Selain menjalankan ibadah umrah, kami juga membawa misi akademik untuk menelusuri jejak keilmuan ulama besar Palembang, Kiai Marogan. Beliau diketahui beberapa kali melakukan perjalanan ke Kota Mekkah. Melalui riset ini kami ingin memperoleh data dan fakta sejarah yang lebih lengkap sehingga dapat memperjelas rekam jejak perjuangan serta keilmuan beliau,” ujar Yusuf Malaya.
Menurutnya, hasil penelitian tersebut diharapkan mampu memperkuat literatur mengenai sejarah Islam di Sumatera Selatan sekaligus menjadi referensi ilmiah bagi generasi mendatang.

Yusuf menegaskan, PMPB Sumsel memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan riset internasional tersebut sebagai bentuk kepedulian dalam menjaga warisan intelektual para ulama daerah.
“Kami berharap penelitian ini dapat menghadirkan fakta-fakta sejarah yang semakin memperkaya khazanah Islam Nusantara. Warisan Kiai Marogan sebagai ulama kebanggaan Sumatera Selatan harus terus dikenalkan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di panggung dunia,” katanya.
Selama berada di Tanah Suci, tim peneliti akan melakukan penelusuran terhadap manuskrip, arsip, serta berbagai referensi sejarah di Haramain yang berkaitan dengan perjalanan keilmuan Kiai Marogan.
Melalui riset ini, PMPB Sumsel berharap semakin banyak bukti sejarah yang dapat menguatkan peran ulama asal Sumatera Selatan dalam perkembangan Islam, sekaligus memperkenalkan kontribusi mereka kepada masyarakat internasional. (WNA)













