MUBA, SUMSEL JARRAKPOS, – Di tengah segala keterbatasan fasilitas dan dukungan logistik, cabang olahraga (cabor) Taekwondo Kabupaten Banyuasin tampil sebagai kekuatan dominan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan 2025 di Musi Banyuasin.
Dengan torehan 3 medali emas, 7 perak, dan 11 perunggu — total 21 medali — tim Taekwondo Banyuasin berhasil menjadi peraih medali terbanyak untuk cabang mereka, mengungguli kontingen dari kabupaten-kabupaten lain yang memiliki sumber daya lebih besar.
“Anak-anak ini luar biasa. Mereka berlatih tanpa lelah, bahkan ketika fasilitas latihan seadanya. Tapi justru dari keterbatasan itulah lahir semangat juang yang tinggi,” ujar Rian, pelatih Taekwondo Banyuasin, kepada wartawan, Jumat (31/10).
Rian menuturkan, persiapan tim dilakukan dengan sangat sederhana. Tak jarang, para atlet berlatih di tempat terbuka tanpa matras standar, dan keberangkatan ke Muba pun dilakukan dengan dukungan pribadi serta gotong royong sesama orang tua atlet.
“Kami tidak punya sponsor besar, tapi kami punya tekad besar. Kemenangan ini bukan semata soal medali, ini bukti bahwa kerja keras dan kebersamaan bisa mengalahkan segala keterbatasan,” tuturnya.
Prestasi ini menjadi catatan penting dalam perjalanan olahraga Banyuasin. Di tengah dominasi kabupaten besar seperti Palembang dan Muba, Banyuasin mampu menempatkan diri di puncak klasemen Taekwondo berkat konsistensi dan mental juara atlet muda mereka.
Ketua Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Taekwondo Porprov XV, Carli Junicef Vratama, S.Pi., M.Si.,
Carli, turut memberikan apresiasi atas performa luar biasa kontingen Banyuasin.
“Secara teknis, pertandingan tahun ini berlangsung sangat kompetitif. Tapi saya harus akui, tim Taekwondo Banyuasin tampil paling solid dan disiplin. Mereka unggul bukan hanya di arena, tapi juga dalam semangat sportivitas,” ujar Carli.
Menurut Carli, performa Banyuasin menunjukkan arah pembinaan olahraga daerah yang semakin matang. Ia menilai bahwa Banyuasin bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem pelatihan berbasis karakter dan semangat kolektif.
“Taekwondo Banyuasin layak diapresiasi karena mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. Inilah makna sejati olahraga,” tegasnya.
Capaian ini sekaligus menjadi sinyal bagi pemerintah daerah dan KONI Sumatera Selatan untuk lebih serius memperhatikan pembinaan atlet di tingkat kabupaten. Sebab, dari lapangan-lapangan sederhana seperti inilah muncul bibit-bibit potensial yang bisa mengharumkan nama Sumatera Selatan di level nasional.
“Dukungan dari masyarakat dan beberapa pihak seperti Ir. Syahrial, Kepala Dinas Perkimtan Banyuasin, juga sangat berarti bagi kami. Kehadirannya di arena membuat anak-anak semakin termotivasi. Mereka merasa tidak sendiri,” tutur Rian.
Dengan total 21 medali, Taekwondo Banyuasin kini menjadi penyumbang medali terbesar bagi kontingen Kabupaten Banyuasin pada Porprov XV 2025. Lebih dari sekadar angka, kemenangan ini adalah kisah keteguhan dan keyakinan bahwa semangat juang bisa menembus segala batas. (WNA)














