Musi Banyuasin

Transisi Energi Harus Berkeadilan, Disnakertrans Muba Usulkan Roadmap Selamatkan Pekerja Migas dan Batubara

10
×

Transisi Energi Harus Berkeadilan, Disnakertrans Muba Usulkan Roadmap Selamatkan Pekerja Migas dan Batubara

Sebarkan artikel ini

 

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Musi Banyuasin, Herryandi Sinulingga, menekankan pentingnya pendekatan berkeadilan dalam menghadapi tren global transisi energi. Hal itu disampaikan dalam Forum Dialog “Memperkuat Inisiatif dan Kebijakan Transisi Energi Berkeadilan di Sumatera Selatan”. Kamis (16/4/2026)

Menurut Sinulingga, transisi dari energi fosil menuju energi terbarukan tidak bisa semata dilihat dari aspek lingkungan dan teknis, tetapi harus memperhatikan dampak sosial, khususnya terhadap tenaga kerja di sektor minyak dan gas (migas) serta batubara.

“Transisi energi tidak boleh mengorbankan pekerja. Kita harus memastikan mereka tidak menjadi korban pemutusan hubungan kerja massal akibat perubahan struktur industri,” ujar Sinulingga dalam forum tersebut.

Ia mengusulkan penyusunan peta jalan (roadmap) tenaga kerja sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi pergeseran kebutuhan industri. Roadmap ini diharapkan mampu memetakan jumlah pekerja di sektor energi fosil serta mengarahkan mereka untuk beralih ke sektor energi terbarukan melalui peningkatan dan penyesuaian keterampilan.

Sinulingga menekankan urgensi program reskilling dan upgrading skill bagi tenaga kerja agar tetap relevan dengan kebutuhan industri masa depan. “Kita tidak boleh terlambat. Transisi energi sudah di depan mata. Pekerja kita harus dipersiapkan agar tetap berdaya saing di sektor green energy, bukan justru menjadi penonton,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menilai keberhasilan transisi energi berkeadilan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri. Pemerintah, kata dia, perlu menghadirkan regulasi yang mendorong perusahaan untuk melakukan transfer pengetahuan dan memberikan pelatihan keterampilan hijau secara berkelanjutan.

“Diperlukan standar kompetensi baru yang diakui industri. Dengan begitu, sumber daya manusia di Sumatera Selatan, khususnya Musi Banyuasin, dapat berada di garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor energi bersih,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Sinulingga menyampaikan sejumlah usulan strategis. Pertama, penyusunan roadmap tenaga kerja transisi untuk memetakan pekerja sektor fosil dan kebutuhan keterampilan di industri masa depan. Kedua, pembentukan pusat pelatihan energi terbarukan melalui balai latihan kerja yang berfokus pada teknologi green energy. Ketiga, penyusunan regulasi kolaboratif yang mewajibkan industri memberikan pelatihan berkelanjutan bagi pekerja.

Ia menegaskan, Musi Banyuasin tidak hanya ingin dikenal sebagai daerah penghasil energi, tetapi juga sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Ke depan, kami ingin Musi Banyuasin menjadi lumbung SDM unggul yang siap menghadapi era energi bersih, sejalan dengan visi Muba Maju Lebih Cepat,” kata Sinulingga.(WNA)