Tinjau Warga Terdampak Banjir di Desa Betung Barat, Wabup Pali : Tindak Lanjut Penanganan Saluran Drainase dan Upaya Mencegah DBD

Daerah, Pali409 Dilihat

PALI, SUMSELJARRAKPOS – Wakil Bupati (Wabup) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Drs H. Soemarjono, melakukan kunjungan ke sejumlah rumah warga di Desa Betung Barat, Kecamatan Abab, yang terdampak banjir akibat luapan saluran drainase yang tersumbat.

Kunjungan ini merupakan respons atas keluhan warga terkait saluran drainase di depan rumah mereka yang menyebabkan banjir.

Wabup PALI, yang mewakili Bupati Dr Ir. H. Heri Amalindo MM, turut didampingi oleh tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Camat, serta Kepala Desa. Bersama-sama, mereka meninjau secara langsung kondisi rumah-rumah yang terdampak banjir, sambil memeriksa lokasi yang akan menjadi proyek pembangunan jalan.

Dalam keterangan kepada media, Wakil Bupati PALI, Drs H. Soemarjono, menjelaskan bahwa luapan banjir disebabkan oleh saluran drainase yang tersumbat. Dalam upaya penanganan, ia meminta Dinas PUTR untuk segera memperbaiki dan memperlebar drainase guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

“Kami mengajak Dinas PUTR untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan menambah gorong-gorong agar aliran air dapat lancar,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (09/01/23).

Selain itu, Wakil Bupati juga memberikan imbauan kepada warga untuk tidak membuang sampah ke dalam parit guna meminimalisir risiko tersumbatnya saluran air.

Bahkan menyebabkan banjir, Wakil Bupati juga menyadari bahwa saluran air yang tersumbat dapat meningkatkan risiko penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Akan menjadi sarang nyamuk penyebar DBD apabila parit tersumbat dan menjadi genangan air. Karena nyamuk suka bersarang pada tempat seperti itu. Untuk itu bersihkan secara berkala saluran air,” tambahnya.

Saat meninjau lokasi yang akan dibangun jalan, Wakil Bupati memberikan arahan kepada Dinas PUTR untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa dan melibatkan masyarakat.

Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran proses pekerjaan dan mencegah potensi permasalahan yang mungkin muncul.

“Silahkan berkoordinasi dengan pemerintah desa terutama kades sebelum pekerjaan dimulai dan kalau bisa upayakan rangkul warga sekitar untuk ikut bekerja,” pungkasnya (**)