Olahraga

Sumsel Dorong Pembinaan Atlet Disabilitas, Para Taekwondo Jadi Wajah Baru Kebangkitan Peparprov

16
×

Sumsel Dorong Pembinaan Atlet Disabilitas, Para Taekwondo Jadi Wajah Baru Kebangkitan Peparprov

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, Komitmen Sumatera Selatan dalam mengembangkan olahraga disabilitas terus menunjukkan hasil nyata. Salah satunya melalui cabang olahraga para taekwondo yang sukses digelar dalam ajang Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V Sumatera Selatan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Wakil II National paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumatera Selatan Bidang Pembinaan Prestasi, Dr. Muslimin, M.Pd., mengatakan, bahwa penyelenggaraan para taekwondo di Peparprov kali ini menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi pembinaan jangka panjang bagi atlet disabilitas di Sumsel.

“Cabang olahraga para taekwondo ini sudah dua kali dipertandingkan di Peparprov. Pertama kali digelar di Lahat pada 2023, yang menjadi cikal bakal pembinaan secara berkelanjutan. Dari situ, kami berkomitmen untuk terus menumbuhkan semangat kompetisi dan pembinaan di setiap daerah,” ujar Muslimin, Senin (3/11/2025).

Menurutnya, para taekwondo merupakan cabang yang kini mulai berkembang pesat secara nasional. Pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Solo, dua atlet asal Sumsel yang berpartisipasi berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih dua medali perunggu.

Capaian tersebut menjadi dasar kuat bagi NPCI Sumsel untuk terus menyiapkan atlet-atlet potensial menuju Peparnas berikutnya di NTB-NTT.

“Dari dua atlet di Solo yang sudah mampu menyumbang perunggu, kini jumlah peserta para taekwondo di Peparprov meningkat signifikan menjadi 22 atlet. Ini menunjukkan bahwa pembinaan di kabupaten dan kota berjalan dengan baik,” katanya.

Muslimin menegaskan, tanpa adanya ajang seperti Peparprov, maka proses pembinaan atlet disabilitas akan kehilangan tolok ukur prestasi. Ia menilai kompetisi merupakan elemen penting dalam menjaga semangat berlatih dan menumbuhkan regenerasi atlet baru.

“Kalau tidak ada event provinsi seperti ini, maka pembinaan di kabupaten dan kota tidak punya acuan untuk menilai hasil kerja mereka. Melalui Peparprov, kita bisa melihat sejauh mana perkembangan kemampuan atlet dan potensi baru yang muncul,” tambahnya.

Dorongan untuk Pemerintah dan Swasta

Lebih jauh, Muslimin berharap pemerintah daerah maupun sektor swasta ikut memberikan dukungan konkret terhadap olahraga disabilitas di Sumatera Selatan. Menurutnya, atlet disabilitas sudah selayaknya mendapat kesempatan dan fasilitas yang sama seperti atlet non-disabilitas.

“Olahraga disabilitas sekarang sudah sejajar dengan olahraga umum. Karena itu, berikan dukungan yang sama, baik dari segi pembiayaan, fasilitas, maupun kesempatan bertanding. Atlet disabilitas juga punya harapan untuk meningkatkan derajat kehidupannya lewat prestasi olahraga,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa kolaborasi antara NPCI dan pengurus cabang olahraga umum seperti Taekwondo Indonesia (TI) di berbagai daerah akan semakin memperkuat ekosistem pembinaan.

“Taekwondo di Sumsel secara umum sudah berkembang baik. Bila dikolaborasikan dengan para taekwondo, maka potensi pembinaan atlet disabilitas di kabupaten/kota akan semakin besar,” jelasnya.

Kebangkitan Olahraga Disabilitas Sumatera Selatan

Peningkatan jumlah peserta dan prestasi dalam cabang para taekwondo menjadi sinyal positif kebangkitan olahraga disabilitas di Sumatera Selatan. NPCI Sumsel berkomitmen untuk terus mengembangkan cabang-cabang lain dengan pola pembinaan terencana dan kompetisi berjenjang.

“Sumsel memiliki banyak potensi atlet disabilitas yang bisa bersaing hingga ke tingkat nasional, bahkan internasional. Kami ingin memastikan mereka mendapat ruang, perhatian, dan penghargaan yang setara,” tutup Muslimin. (WNA)