PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Ribuan atlet Taekwondo dari seluruh penjuru Indonesia dan mancanegara memadati GOR Ranau, Jakabaring Sport City, Palembang, dalam seremoni pembukaan Sriwijaya International Taekwondo Championship 2025, Sabtu (22/11).
Ajang bergengsi yang digelar pada 22–26 November 2025 ini menjadi momentum penting bagi Sumatera Selatan untuk kembali unjuk prestasi dan membuktikan diri sebagai tuan rumah penyelenggara kejuaraan internasional yang profesional.
Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, resmi membuka kejuaraan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus peluang besar bagi ekonomi daerah.
“Ini bukan hanya pertandingan, tetapi kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Selatan. Dengan ribuan tamu dari seluruh Indonesia dan luar negeri, geliat ekonomi akan bergerak—mulai dari UMKM, perhotelan, hingga kuliner,” ujar Herman Deru.
“Saya minta seluruh masyarakat Sumatera Selatan menunjukkan keramahtamahan dan menjunjung sportivitas. Jadikan ajang ini etalase budaya dan karakter kita.”
Gubernur juga menekankan pentingnya integritas para juri dan wasit agar menghasilkan pertandingan yang objektif dan berkelas internasional.

Sementara Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sumatera Selatan sekaligus Ketua Pelaksana, Hj. Meilinda, mengatakan bahwa 3.667 peserta resmi terdaftar, terdiri dari atlet dari 24 provinsi Indonesia serta peserta mancanegara.
“Sebanyak 11 negara terdaftar, namun baru 4 negara yang telah hadir karena kendala transportasi,” kata Meilinda.
“Terima kasih kepada Gubernur Sumsel dan seluruh sponsor dari BUMN dan BUMD yang mendukung penuh penyelenggaraan ini. Semoga event ini berjalan sukses dan menjadi kebanggaan Kota Palembang dan Indonesia.”
Kejuaraan ini juga dihadiri oleh master Taekwondo dari 16 provinsi, serta wasit bersertifikat nasional dan internasional.
Di tempat yang sama Irene Yosephin, S.H,M.H Mewakili Ketua Umum PB Taekwondo Indonesia, perwakilan PB TI menambahkan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan ini.
“Kejuaraan ini bukti nyata bahwa Taekwondo Indonesia terus berkembang dan diakui dunia internasional. Kehadiran delegasi asing adalah bentuk kepercayaan global terhadap profesionalitas Indonesia sebagai tuan rumah ajang internasional,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kemenangan bukan tujuan akhir semata.
“Ada yang menang, ada yang kalah. Tetapi yang terpenting adalah sportivitas, kehormatan, dan integritas. Bertanding lah dengan hati dan berani sampai akhir.”
Sriwijaya International Taekwondo Championship 2025 menjadi bagian dari strategi besar Sumsel menjaga posisi sebagai tuan rumah berbagai event olahraga skala nasional dan internasional, memanfaatkan fasilitas kelas dunia di Jakabaring Sport City.
Deru berharap PB TI terus mempercayakan Sumsel sebagai destinasi utama penyelenggaraan.
Dengan jumlah peserta mencapai ribuan dan puluhan ribu penonton yang diprediksi hadir, kejuaraan ini menjadi momentum ekonomi sekaligus wadah pencetak atlet masa depan.(WNA)













