BANYUASIN,SUMSEL JARRAKPO.COM. – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyuasin tengah mempersiapkan sebuah agenda besar: Seminar Sehari Menjelang Setahun Kepemimpinan Bupati Banyuasin H. Askolani dan Wakil Bupati Netta Indian. Kegiatan ini digelar sebagai rangkaian menuju peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2026 di Serang, Banten.
Program seminar ini merupakan usulan prioritas dari Wakil Ketua PWI Bidang Pendidikan Drs. Lubis Rahman bersama Seksi Pendidikan M. Riza Fahlevi. Usulan tersebut mengemuka dalam rapat perdana PWI Banyuasin pascapelantikan ketua dan kepengurusan periode 2025–2028 yang berlangsung di Aula Mess Pemkab Banyuasin, Senin (1/12/2025).
Rapat dipimpin langsung Ketua PWI Banyuasin Wardoyo, S.Ikom, setelah sebelumnya dibuka Sekretaris PWI Banyuasin Deni Arianto. Notulen rapat disusun oleh Bendahara Ridho Andi Sucipto, M.Pd.
Ketua PWI Banyuasin Wardoyo menegaskan bahwa seminar ini akan menjadi ruang evaluasi publik sekaligus forum dialog antara pemerintah daerah, pemangku kebijakan, dan masyarakat, khususnya terkait capaian setahun kepemimpinan Askolani–Netta Indian.
“Seminar ini akan dikemas serius dan menghadirkan narasumber berkompeten agar evaluasinya objektif dan bermanfaat bagi kemajuan Banyuasin,” ujar Wardoyo.
Rencananya, peserta yang akan diundang meliputi unsur Forkompinda, para kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, pimpinan perusahaan, Ketua PWI Sumsel, dan para ketua PWI kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Inisiatif ini mendapat dukungan penuh Wakil Ketua PWI Sumsel Bidang Aset, Saryanto, yang juga mantan Ketua PWI Banyuasin.
“Ini ide bagus, dan selama ini belum pernah ada kegiatan evaluasi seperti ini. Harus dilaksanakan,” tegas Saryanto.
Sejumlah pengurus PWI Banyuasin hadir dalam rapat perdana tersebut, di antaranya Wakil Ketua Bidang Organisasi Noverta Salyadi, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan H. Gusta Yetri, SH, Wakil Sekretaris Irwan September, serta perwakilan berbagai seksi seperti SIWO, publikasi, informasi, dan sosial kemasyarakatan.
Seminar ini diharapkan menjadi momentum penting bagi insan pers Banyuasin untuk memberi kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, sekaligus memperkuat peran jurnalisme sebagai pilar kontrol sosial.(WT)














