PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Wali Kota Palembang Ratu Dewa melantik sejumlah pejabat strategis di lingkungan Pemerintah Kota Palembang dan badan usaha milik daerah (BUMD), Senin, 6 April 2026. Pelantikan ini menjadi tahap awal dari rangkaian pengisian jabatan kosong yang ditargetkan rampung dalam bulan ini.
Sejumlah nama yang dilantik antara lain Adrianus Amri sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Yudha Ferdiansyah sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Isnaini Madani sebagai Ketua Dewan Pengawas PD Pasar Palembang Jaya.
Selain itu, Apriadi Susanto Sinaga ditunjuk sebagai Direktur PD Pasar Palembang Jaya, Teddy Adrian sebagai Direktur Utama Perumda Tirta Musi, dan Akhmad Mukhlis sebagai Direktur Umum dan Keuangan Perumda Tirta Musi.
Ratu Dewa menegaskan pelantikan ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, melainkan bagian dari upaya percepatan pembenahan sektor strategis dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Palembang.
“Saya minta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk langsung turun ke lapangan, melihat persoalan secara nyata, dan bekerja cepat sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Ratu Dewa.
Ia memberi perhatian khusus pada sektor layanan air bersih. Saat ini, sekitar 13 persen wilayah Palembang masih belum terjangkau layanan air bersih. Pemerintah kota menargetkan cakupan layanan mencapai 100 persen pada 2027.
“Target kita jelas, pada 2027 seluruh wilayah Kota Palembang harus sudah teraliri air bersih. Tidak boleh ada lagi kawasan yang kesulitan akses air bersih,” ujarnya.
Di sektor lain, Ratu Dewa menyoroti pengelolaan pasar tradisional yang dinilai masih perlu pembenahan, terutama terkait praktik pungutan liar. Ia meminta manajemen PD Pasar Palembang Jaya menerapkan tata kelola yang profesional dan transparan.
Menurut dia, penertiban akan melibatkan aparat penegak hukum guna memastikan tidak ada lagi praktik di luar ketentuan.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Polda untuk membantu penertiban. Tapi saya ingatkan, jangan sampai ada oknum internal yang justru melakukan pungli,” kata dia.
Penataan pedagang, peningkatan kebersihan, dan keteraturan pasar juga menjadi fokus pemerintah kota agar pasar tradisional lebih nyaman dan kompetitif.
Sementara itu, terkait pengisian jabatan, Ratu Dewa mengatakan posisi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) masih diisi pelaksana tugas sambil menunggu pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Ia menegaskan, jika dalam waktu 15 hari pertimbangan tersebut belum terbit, pemerintah kota akan mengambil langkah percepatan.
“Kalau dalam 15 hari belum keluar, kita akan ambil langkah. Tidak boleh terlalu lama kosong,” ujarnya.
Ratu Dewa menargetkan seluruh jabatan kosong, termasuk pejabat administrator seperti kepala bagian, camat, dan lurah, dapat terisi dalam waktu dekat.
“Semua jabatan kosong, termasuk kabag, camat, dan lurah, insyaallah dalam bulan ini selesai,” kata dia. (***)













