PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS — Momentum Ramadan dimanfaatkan para aktivis lintas generasi di Sumatera Selatan untuk mempererat kebersamaan melalui kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar di Pindang Yuk Kampus, Palembang, Jumat (27/2/2025).
Kegiatan dibuka dengan doa bersama dan menjadi momentum konsolidasi gerakan masyarakat sipil dengan mengusung semangat “Sumsel Bergerak: Solid, Kritis, dan Berintegritas”.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan tersebut, yang menjadi ruang konsolidasi antara aktivis senior dan generasi muda.
Mereka duduk bersama dalam satu forum, berdiskusi mengenai dinamika sosial, tantangan gerakan masyarakat sipil, serta pentingnya menjaga integritas dalam mengawal isu-isu publik.
Puluhan tokoh aktivis hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Suparman Romans, Sukma Hidayat, Charma Afrianto, Ramogers, SH, Dikky Lubai, Jacklin, Ismail Fahmi, Azuzet Jack, Yudha Lubay, Pasaribu, Reco Virnando, Widya Astuti, Chandra Anugrah, Rizky Pratama Saputra, Diaz, serta aktivis lainnya.
Ketua Pelaksana kegiatan, Ramogers, SH, mengatakan Ramadan merupakan momen strategis untuk memperkuat persaudaraan sekaligus menyatukan visi gerakan.
“Ramadan adalah bulan pemersatu. Silaturahmi ini bukan sekadar berkumpul dan berbuka puasa, tetapi bagaimana kita membangun kepercayaan dan memperkuat kebersamaan antar aktivis lintas generasi. Dari sinilah lahir gerakan yang solid dan berintegritas,” ujar Ramogers.
Menurut dia, hubungan personal yang kuat menjadi fondasi penting dalam membangun gerakan yang sehat dan konstruktif.
Ia menekankan bahwa sikap kritis tetap harus dijaga, namun dilandasi etika, data, serta orientasi pada kepentingan masyarakat luas.
“Gerakan aktivis harus tetap berada di jalur konstitusi dan moralitas publik. Kita ingin memastikan setiap langkah perjuangan mengedepankan integritas serta solusi, bukan sekadar kritik,” katanya.
Ditambahkan Dikky Lubay selaku Ketua Pelaksana II menegaskan bahwa gerakan masyarakat sipil di Sumatera Selatan harus mampu menjadi mitra kritis sekaligus pengawal kebijakan publik yang konsisten.
“Soliditas lintas generasi ini adalah modal sosial yang sangat besar. Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
Ketika ada kesamaan visi untuk membela kepentingan rakyat, maka komunikasi dan koordinasi harus terus diperkuat.
Ramadan menjadi pengingat bahwa perjuangan harus dilandasi niat yang tulus dan komitmen yang kuat,” ujar Dikky.
Sementara itu, dari peserta diskusi, yakni Charma Afrianto, SE, selaku Ketua Umum Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) Indonesia,menilai kebersamaan di bulan Ramadan harus dimaknai sebagai penguatan nilai perjuangan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Gerakan rakyat harus hadir dengan semangat cinta dan kepedulian. Ramadan mengajarkan keikhlasan dan pengabdian.
Aktivis tidak boleh kehilangan empati sosial. Di tengah tantangan zaman, kita harus semakin peka terhadap persoalan masyarakat,” kata Charma.
Sukma Hidayat, SE selaku Ketua Umum Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia (LAAGI), menilai forum silaturahmi lintas generasi menjadi bukti bahwa gerakan masyarakat sipil di Sumatera Selatan tetap terjaga kesinambungannya.
“Lintas generasi bukan hanya slogan, tetapi komitmen untuk saling belajar dan menguatkan. Pengalaman para senior menjadi pijakan, sementara energi generasi muda menjadi penggerak. Sinergi ini penting agar gerakan tetap relevan, adaptif, dan konsisten membela kepentingan rakyat,” ujar Sukma.
Ia menambahkan, Ramadan menjadi momentum tepat untuk mempererat soliditas internal sekaligus memperkuat arah perjuangan bersama.
Senada itu, Chandra Anugrah selaku Ketua DPW Kawali Sumsel, menegaskan pentingnya menjaga marwah gerakan masyarakat sipil agar tetap independen dan konsisten dalam mengawal kepentingan publik.
“Gerakan masyarakat sipil harus berdiri di atas kepentingan rakyat, bukan kepentingan kelompok tertentu. Kebersamaan lintas generasi ini menjadi kekuatan besar bagi kita untuk terus mengawal kebijakan publik secara objektif, kritis, dan bertanggung jawab,” ujar Chandra.
Perwakilan lainnya, Rizky Pratama Saputra selaku Koordinator Koalisi Aksi Masyarakat Peduli Palembang (KAMPANG), juga menekankan pentingnya menjaga soliditas dan komunikasi antarorganisasi.
“Silaturahmi seperti ini memperkuat jejaring dan membangun kepercayaan. Ketika komunikasi terjaga, gerakan akan lebih terarah dan tidak mudah terpecah. Kita ingin memastikan setiap kritik tetap konstruktif dan membawa solusi bagi masyarakat Palembang,” kata Rizky.
Rangkaian acara dipandu oleh Azuzet Jack bersama Ismail Fahmi dan tim. Diskusi bertajuk “Diskusi Aktivis Lintas Generasi” dibuka langsung oleh tokoh pergerakan senior, Suparman Romans, yang menekankan pentingnya menjaga arah perjuangan agar tetap konsisten pada nilai keadilan dan kepentingan rakyat.
Diskusi berlangsung interaktif dan penuh gagasan, membahas dinamika sosial, tantangan gerakan masyarakat sipil, serta strategi menjaga integritas dalam mengawal isu-isu publik di Sumatera Selatan.
“Terima kasih atas kehadiran para senior. Ini adalah awal dari gerakan yang lebih terarah. Suara kami mungkin berbeda, tapi tujuan kami satu: keadilan untuk Sumsel,” tutup Azuzet Jack.
Kegiatan diakhiri dengan foto bersama, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi ruh kegiatan tersebut.
Para peserta berharap silaturahmi lintas generasi ini dapat menjadi agenda rutin setiap Ramadan sebagai upaya merawat kebersamaan serta memperkuat kontribusi aktivis bagi masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Palembang.****














