Pali

Sijago Merah Amuk Jelang Salat Jumat, Rumah Warga Sungai Ibul Ludes Jadi Arang

20
×

Sijago Merah Amuk Jelang Salat Jumat, Rumah Warga Sungai Ibul Ludes Jadi Arang

Sebarkan artikel ini

 

 

 

PALI,SUMSELJARRAKPOS – Ketenteraman warga Dusun I, Desa Sungai Ibul, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mendadak berubah menjadi kepanikan saat sijago merah mengamuk dan melalap satu unit rumah warga pada Jumat (27/02/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Rumah berukuran 4×6 meter tersebut hangus dalam waktu singkat. Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api cepat menjalar ke seluruh bagian rumah hingga menyisakan puing dan arang.

Saksi mata di lokasi menyebutkan, asap hitam pekat pertama kali terlihat membumbung dari bagian atap rumah saat matahari berada di posisi terik. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan sulit dikendalikan meski warga berupaya memadamkan dengan peralatan seadanya.

Kepala Desa Sungai Ibul, Wahyudinia, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, kondisi desa relatif lengang karena sebagian besar warga laki-laki tengah bersiap menuju masjid untuk menunaikan salat Jumat.

“Benar, kejadiannya sekitar pukul 11.30 WIB. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka karena pemilik rumah sedang tidak berada di tempat saat api mulai membesar,”ujar Wahyudinia saat dikonfirmasi.

Berdasarkan hasil pengamatan awal, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Indikasi kabel yang telah terkelupas dan aus diduga menjadi pemicu percikan api yang kemudian membesar tanpa sempat dikendalikan.

“Dugaan sementara akibat hubungan arus pendek listrik. Kami menemukan indikasi kabel yang sudah rusak atau terkelupas. Namun untuk kepastian, tetap menunggu pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil yang dialami korban ditaksir mencapai Rp30 juta. Seluruh bangunan dan perabotan rumah tangga tidak sempat diselamatkan, membuat pemilik rumah kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat.

Wahyudinia mengimbau seluruh warga agar lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya yang disebabkan instalasi listrik yang tidak layak.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin mengecek kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Jangan abaikan kabel yang sudah tua atau terkelupas, karena bisa memicu kebakaran,” tegasnya.

Saat ini, pemerintah desa tengah berkoordinasi untuk mengupayakan bantuan bagi keluarga korban.

“Diharapkan dukungan dari Pemerintah daerah maupun para dermawan dapat membantu meringankan beban korban pasca-musibah tersebut,”pungkasnya.