Berita

Pimpin Dishub Sumsel, Musni Wijaya Hadapi Tantangan Besar Penertiban Angkutan Batu Bara

32
×

Pimpin Dishub Sumsel, Musni Wijaya Hadapi Tantangan Besar Penertiban Angkutan Batu Bara

Sebarkan artikel ini
Oplus_131074

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru resmi melantik Musni Wijaya sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan. Penugasan ini langsung dihadapkan pada tantangan krusial, yakni penertiban angkutan batu bara yang sejak 1 Januari 2026 dilarang melintas di jalan umum.

Musni Wijaya menegaskan bahwa kebijakan larangan angkutan batu bara di jalan umum bukan sekadar wacana, melainkan mandat yang harus dijalankan secara konsisten dan terukur. Menurut dia, persoalan angkutan batu bara tidak bisa dilihat secara parsial, karena menyangkut jalur darat, jalur sungai, hingga koordinasi lintas wilayah dan lintas instansi.

“Sejak 1 Januari 2026, angkutan batu bara tidak boleh lagi melintas di jalan umum. Ini bukan persoalan sederhana karena menyangkut banyak aspek dan jalur, baik darat maupun sungai,” ujar Musni Wijaya, Kamis (16/1/2026).

Ia mengakui, tanggung jawab yang diemban Dishub Sumsel ke depan sangat besar. Selain menegakkan kebijakan, pihaknya juga harus memastikan kesiapan infrastruktur pendukung agar distribusi batu bara tidak kembali membebani masyarakat.

Dalam waktu dekat, Musni Wijaya menargetkan konsolidasi internal sebagai langkah awal. Ia menekankan pentingnya kerja tim dan perumusan kebijakan berbasis data serta koordinasi lintas sektor.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya dan seluruh staf akan merumuskan langkah ke depan secara bersama, termasuk berkoordinasi dengan OPD terkait,” kata dia.

Musni Wijaya juga menyoroti pentingnya sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, khususnya Dinas Perhubungan kota, mengingat sebagian kewenangan operasional berada di level tersebut.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan strategis tetap akan dikoordinasikan secara menyeluruh di tingkat provinsi.

Sebagai solusi jangka menengah, ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan segera memulai pembangunan infrastruktur alternatif.

Salah satunya adalah rencana ground breaking pembangunan jalan khusus angkutan batu bara di kawasan Tanjung Jambu, yang diharapkan dapat mengurangi beban jalan umum secara bertahap.

“Ini tantangan yang sangat berat, tetapi kami optimistis bisa diselesaikan secara bertahap. Informasi yang kami terima, dalam waktu dekat akan dilakukan ground breaking jalan khusus di Tanjung Jambu,” ujarnya. (WNA)